FajarManado.News, Kawangkoan–Pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kawangkoan, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) punya cara jitu mengatasi antrean panjang kendaraan yang mengisi bahan bakar solar.
Untuk menghindari rebutan antrean, SPBU yang berlokasi di sisi jalan nasional, Manado–Tomohon–Kawangkoan ini, tak hanya mewajibkan kendaraan dibawa, tetapi juga diwajibkan mengambil nomor antrean.
Kebijakan ini sekaligus memudahkan pengelola mengontrol kendaraan yang mengisi solar dan menghindari antrean panjang.
“Salah satu kebijakan yang kami Pengelola SPBU Kawangkoan keluarkan adalah pembagian nomor antrean pengisian bahan bakar solar,” kata Refly Nayoan, pengelola SPBU Kawangkoan kepada FajarManado.News, Jumat pagi, 22 Mei 2026.
Langkah ini, katanya, selain mengatasi antrean panjang kendaraan berlama-lama yang bisa mengakibatkan terjadinya kemacetan arus lalu lintas, juga akan memudahkan pengelola melakukan kontrol.
Selain itu, dengan pembagian nomor ini tidak ada lagi antrean kendaraan yang memarkir kendaraan dari malam hari. Sebab, yang dilayani mengisi solar adalah kendaraan yang sudah mempunyai nomor urut.
“Jadi yang akan dilayani kendaraan yang telah memiliki nomor antrean. Dengan demikian tidak ada lagi antrean kendaraan yang panjang. Untuk itu, kami meminta sopir agar ketika tiba mengambil nomor urut dengan menunjukkan STNK,” tambah Reyer, sapaan akrabnya, sambil menunjuk kendaraan-kendaraan yang sedang mengantre.
Kebijakan SPBU Kawangkoan ini mendapat respon positif para sopir mobil berbahan bakar solar.
Menurut mereka, dengan dikeluarkannya nomor urut sudah mendapat kepastian akang kebagian solar sehingga tidak perlu lagi memarkir kendaraan dari malam hari.
“Saya telah mendapat nomor antrean sejak kemarin dulu (Rabu, 20/5). Karena memang saya harus membawa barang ke daerah lain. Tapi saya sudah punya kepastian bahwa saya akan mendapat jatah solar karena sudah memegang nomor antrean,” kata Vero Mapaliey sopir truk, pagi tadi.
Vero Mapaliey sendiri mendapat pelayanan prioritas dibandingkan dengan kendaraan yang mengantre hari itu karena sesuai dengan nomor urut.
“Saya juga tidak perlu lagi memarkir kendaraan pada malam hari supaya bisa mendapat jatah solar. Juga tidak ada lagi kekhawatiran jika mengantre keburu kehabisan stok solar di pompa. Pokoknya kebijakan ini sangat baik,” tambah Vero yang karena ketekunan berusaha sudah memiliki kendaraan truk sendiri.
Di sisi lain, Refly Nayoan juga menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir jika ada petugas SPBU yang melakukan tindakan tidak sesuai dengan aturan.
“Jika ada petugas yang menyalahgunakan tugas dengan melayani tidak sesuai aturan, maka yang bersangkutan akan diberikan sanksi tegas berupa skorsing selama sebulan. Dan tindakan ini dilaporkan ke pihak Pertamina,” tegas Reyer, pria yang dikenal responsif dan tegas ini.
[tenny assa/heru]