FajarManado.News, Tondano–Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Minahasa, Sulawesi Utara kembali mendapat sorotan tajam masyarakat. Kali ini datang dari keluarga baru.
Pasangan suami isteri, Vando dan Fasya mengaku kaget bukan kepalang. Pelayanan instansi publik yang dipimpin Meidy Rengkuan, SH, MAP ini, kini semakin baik, bahkan super kilat.
“Wuih.. cepat skali skarang. Hanya hitung jam, akte anak kami sudah ada dalam bentuk PDF,” komentar Vando didampingi Fasya, isterinya kepada FajarManado.News di kediaman mereka, Desa Kiawa Dua Timur, Kecamatan Kawangkoan Utara.
Elvando Pangemanan, demikian nama lengkap Vando mengungkapkan pelayanan administrasi Disdukcapil Minahasa sekarang ini benar-benar telah memanfaatkan digitalisasi.
“Jadi tidak perlu lagi dalam bentuk fisik atau hard copy. Cukup soft copy sudah bisa dipakai karena ada barcodenya, asalkan punya hape android,” ujarnya sambil menunjuk PDF Akta Kelahiran Bella Meicelyn Pangemanan, yang lahir di (RS Bethesda) Tomohon tanggal 9 Mei 2026.
Mengajukan penerbitan Akta Kelahiran, Disdukcapil ikut memperbaharui kartu keluarga. “Yang kami ajukan hanya penerbitan Akta Kelahiran, tapi yang muncul sudah dengan Kartu Keluarga. Tanpa biaya lagi,” papar Meyfasya Gratia Sumajow atau Fasya, isteri Vando.
Selain itu, masyarakat juga mengapresiasi Disdukcapil dalam melayani permohonan penerbitan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan pencatatan sipil.
“Anak kami yang akan kawin dalam waktu dekat, sesuai konfirmasi, siap dicatatkan Disdukcapil yang akan hadir langsung saat pemberkatan nikah,” kata Meidy Nayoan.
Pria asal Desa Tondegesan, Kecamatan Kawangkoan itu menyatakan salut dengan kebijakan Disdukcapil Minahasa.
“Siapa yang tidak senang, saat itu juga akta perkawinan akan diserahkan petugas. Kami tidak perlu lagi ke Tondano menjemputnya,” tuturnya.
Sementara Kadis Dukcapil Minahasa Meidy Rengkuan menyatakan bahwa pihaknya senantiasa berusaha memberikan pelayanan terbaik.
Bahkan, di saat hari libur pihaknya tetap membuka pelayanan. “Saya tahu, kebutuhan masyarakat terhadap indentitas kependudukan dan pencatatan sipil tidak dibatasi hari libur. Makanya kami berusaha membuka pelayanan saat hari libur,” tuturnya.
Namun kecepatan pelayanan, lanjut pamong senior itu, amat bergantung pada pendaftaran permohonan. “Siapa pun, harus mengikuti prosedur. Siapa yang mrndaftar lebih dulu, dialah yang diutamakan dilayani,” ujar Meidy, eks Kasatpol PP minahasa ini.
Untuk itulah, mantan Camat Kawangkoan Barat ini menyarankan masyarakat agar datang cepat dan mengambil nomor urut. “Kami melayani sesuai nomor pendaftaran,” tandasnya.
Meidy mengungkapkan bahwa pihaknya tetap terbuka untuk turun langsung memberikan pelayanan di setiap kecamatan melalui program JeBol atau jemput bola.
“Selama ada permintaan camat yang telah mengajukan permohonan, kami selalu siap melakukan JeBol,” tandasnya.
[heru]