Warga Warembungan Apresiasi Calon Kumtua Nomor Urut 2, Ini Alasannya

Belum Memimpin Desa Sudah Buktikan Kerja Nyata

FajarManado.News, Pineleng–Ini patut diapresiasi. Belum memimpin Desa Warembungan, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, calon hukum tia (Kumtua) nomor urut dua telah membuktikan komitmennya.

Tak gunakan dana pemerintah, Lius Paulus Leke (LPL) memenuhi harapan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan air bersih.

Rela merogoh koceknya sendiri, LPL 2, pria yang ke dua kalinya mencalonkan diri dalam pesta demokrasi pemilihan hukum tua (Pilhut) Desa Warembungan ini membangun fasilitas air bersih bagi warga yang membutuhkan.

Langkah Lius yang mengusung jargon “Pilihan Pasti untuk Perubahan Nyata” ini, membuktikan bahwa tindakan nyata akan lebih berharga dan menjanjikan daripada sekadar janji-janji manis.

Langkah cepat dan nyata ini pun sontak disambut dengan apresiasi tinggi oleh masyarakat desa setempat.

Salah satu warga mengungkapkan rasa syukurnya atas tindakan Lius menghadapi pencalonannya sebagai Kumtua Desa Warembungan periode 2026–3034.

“Saya salut dengan jiwa sosial Pak Lius. Belum resmi menjabat sebagai Hukum Tua, sudah berbuat hal yang sangat bermanfaat bagi kesejahteraan kami,” komentar warga yang mengaku risih diungkap identitasnya karena berhubungan dekat dengan calon lain.

Warga lainnya menambahkan bahwa gaya kepemimpinan LPL 2 yang tidak segan turun langsung ke lokasi kegiatan adalah sosok pemimpin yang tepat.

“Totalitasnya yang selalu ada di tengah masyarakat menunjukkan kesungguhan hati untuk mengabdi dan memajukan desa Warembungan. Ini bukti nyata niat baiknya,” ujarnya.

Penyediaan fasilitas air bersih ini dilakukan sebagai jawaban langsung atas harapan dan kebutuhan warga yang sudah lama mendambakan sumber air yang cukup dan layak pakai untuk keperluan sehari-hari, mulai dari memasak, mencuci, hingga kebersihan diri.

Menurut LPL 2, pembangunan dan pengadaan sarana air bersih bukanlah sekadar hiasan atau penambah keindahan desa, melainkan kebutuhan dasar yang mendesak untuk dipenuhi demi kenyamanan dan kesehatan warga.

“Semua ini kami lakukan semata-mata untuk kepentingan bersama. Tujuan saya sederhana, agar setiap warga Desa Warembungan merasa nyaman, aman dan tenang saat menggunakan air bersih,” komentar Lius.

“Prinsip saya sederhana. Jika sesuatu hal baik bisa dikerjakan sekarang, mengapa harus ditunda? Yang terpenting, segala pekerjaan harus dilakukan dengan ketulusan dan rasa cinta terhadap desa ini,” sambung Lius kepada wartawan di Desa Warembungan, baru-baru ini.

Ia juga berharap fasilitas yang telah dihadirkan ini dapat dijaga, dirawat bersama agar benar-benar berdampak positif meringankan beban kebutuhan harian warga desa.

“Saya sangat berharap, kehadiran air bersih ini benar-benar bermanfaat dan mempermudah aktivitas sehari-hari masyarakat kita,” pungkasnya.

[Alex Gimon]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *