Pakai Busana Kabasaran, Sintia Bojoh Mendaftar Ketua PWI Sulut 2026-2031

Siap Tempur Bersaing dengan Dominasi Pria Pada Konferda 31 Maret 2026

FajarManado.News, Manado — Sintia Bojoh menjadi satu-satunya srikandi bakal calon Ketua PWI Sulawesi Utara (Sulut) periode 2026–2031.

Sintia datang mendaftar sebagai bakal calon mengenakan busana Kabasaran bersama para pendukungnya di Kantor PWI Sulut, Jalan Sudirman Manado pada Pukul 14.00 Wita.

Memakai busana Kabasaran, mengesankan bahwa Wewene Minahasa, yang kini aktif juga sebagai kontributor televisi swasta nasional, SCTV itu, “siap tempur”.

Meski sebagai wanita, Sintia menyatakan tak gentar “bertarung” merebut ketua organisasi pers tertua di tanah air di daerah Nyiur Melambai ini yang didominasi para pria.

Ia mengungkapkan berkomitmem mewujudkan visi perubahan dengan menitikberatkan pada pembenahan organisasi dan perjuangan terhadap hak-hak anggota yang selama ini dinilai terabaikan.

“Kalau saya terpilih nanti, saya akan menjadi layaknya ibu bagi semua insan pers anggota PWI di daerah ini. Ibu yang menganyomi, menjaga, membesarkan dan memperjuangkan hak-hak anak-anaknya,” ujar Sintia.

Selain itu, Sintia juga bertekad menjaga marwah organisasi dan kepentingan insan pers di Sulut yang masih terabaikan.

Figur Perempuan Pertama

Ketua Steering Committee (SC) PWI Sulut, Drs Jimmy H Senduk mengonfirmasi bahwa Sintia merupakan figur perempuan pertama yang mendaftar sebagai calon Ketua PWI di tingkat provinsi Sulut ini.

“Ini patut diapresiasi. Kehadiran perempuan dalam kontestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi PWI Sulut,” ujarnya.

Secara nasional, fenomena ini juga tergolong langka. Hingga saat ini, belum banyak perempuan yang tampil dan mencalonkan diri sebagai Ketua PWI di tingkat provinsi. Karena itu, pencalonan Sintia dinilai berpotensi mencetak sejarah baru di organisasi pers tertua di Indonesia tersebut.

Dalam dinamika bursa calon, Sintia tercatat sebagai pendaftar kelima setelah berturut-turut, John W. Paransi, Raymon Wowor, Faruk Langaru, dan Dr. Merson Simbolon.

Dengan latar belakang panjang di dunia jurnalistik, Sintia membawa pengalaman dari berbagai media, mulai dari reporter TV5 Dimensi (2011), Kompas TV (2018), hingga SCTV (2019), serta aktif di media daring sejak 2019 hingga sekarang.

Momentum ini tidak hanya menjadi pertarungan kandidat, tetapi juga ujian arah masa depan organisasi PWI Sulut. Apakah akan tetap berjalan dengan pola lama atau berani bertransformasi melalui kepemimpinan baru yang lebih inklusif dan progresif.

Panitia Konferensi Daerah (Konferda) PWI Sulut 2026 menyatakan berkas pendaftaran dari semua bakal calon ketua yang masuk sampai ditutup telah memenuhi syarat.

Namun demikian, berkas-berkas tersebut masih akan diteliti kembali oleh PWI Pusat untuk kemudian diterbitkan surat keputusan calon, yang pemilihannya dijadwalkan berlansung 31 Maret mendatang.

 [**heru]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *