Fajarmanado.com, Tomohon–Dituding tak loyal kepada penguasa daerah pada Pilkada Serentak 2024, para tenaga honorer di Kota Tomohon terpaksa kehilangan pekerjaan.
Tak terkecuali, kepala dan pembantu kepala lingkungan (palak) bersama kader kesehatan dan KB. yang merupakan ujung tombak pelaksana program pemerintah ini.
Ironisnya, bukan kinerja yang jadi alasan utama. Namun, disebut-sebut atas perintah atasan atau hasil rapat koordinasi.
Pemecatan itu sendiri diduga kuat terkait erat dengan Pilkada Kota Tomohon 2024 yang juga diikuti petahana sebagai calon.
Karena itulah, siapa pun, baik palak, pembantu palak, kader kesehatan dan KB yang keluarganya, suami dan atau isteri, langsung diganti jika menolak menjadi tim sukses calon tertentu.
Apalagi, terekam kamera bertemu dengan pasangan calon lain.
Di sela-sela acara keluarga di Kolongan Satu Kecamatan Tomohon Tengah, Jumat (11/10/2024), Calon Wali Kota Tomohon, Ir Miky Junita Linda Wenur, MAP mengakui menerima langsung keluhan warga seperti itu.
Menurut Miky Wenur, bukan cuma satu dua, tapi banyak keluhan sama yang didengarnya langsung di sejumlah kelurahan.
“Saya hanya mengatakan perihatin dan sabar. Karena saya dan Ibu Cherly (Mantiri), tidak bisa lagi berbuat apa-apa,” ketusnya.
Miky Wenur mengatakan, tindakan seperti itu sebenarnya jangan sampai terjadi.
“Kalau kinerja mereka kurang baik, binalah. Jangan langsung diganti. Pakai apa lagi mereka untuk menopang kebutuhan keluarga,” tuturnya sambil bertanya.
Yang kian memprihatinkan, jika penggantian tersebut benar-benar hanya alasan dukung-mendukung.
“Kan, kita tidak tahu siapa, pasangan mana yang mereka coblos di TPS nantinya,” katanya.
Ia menegaskan, apabila Miky–Cherly diizinkan Tuhan dan dipilih mayoritas masyarakat, ke depan tak akan ada lagi pemecatan karena perbedaan pilihan politik.
“Kita harus perbaiki cara-cara yang tidak baik dan benar. Ini komitmen Miky Wenur-Cherly Mantiri untuk Tomohon Maju, Terpercaya dan Sejahtera,” tandasnya.
Sementara itu, AKBP (Purn) Thonny Salawati dan Johnny Orah, SH mengatakan berbagai keterlibatan ASN Kota Tomohon dalam Pilkada 2024, sedang dikumpulkan bukti-buktinya.
“Kami akan melaporkan, bukan hanya kepada Bawaslu, tapi juga ke aparat penegak hukum karena sudah ada laporan indikasi pidana,” ungkapnya.
[**/nly]