Soal Blok Masela, Aliansi Mahasiswa MBD Demo di DPRD Maluku

Ambon, Fajarmanado.com – Aliansi Mahasiswa Maluku Barat Daya menggelar demo di depan Kantor DPRD Maluku, Kota Ambon, Kamis (10/12/2020).

Para mahasiswa yang menamakan diri GEMA MBD, dalam orasi yang digelar mulai pukul 12.30 WIT tadi, mengungkapkan kekesalan mereka karena dokumen Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Lapangan Abadi Blok Masela tidak menyebut kalau Kabupaten Kepulauan Maluku Barat Daya (MBD) sebagai bagian dari kawasan terdampak proyek gas alam bernilai investasi US$18,5-US$19,8 ini.

John, salahsatu orator demo mengatakan, dalam kerangka acuan AMDAL Blok Masela yang digagas oleh Pemda Maluku, Kabupaten Kepulauan MBD tidak disebut-sebut. Padahal, MBD adalah daerah penghasil sekaligus daerah terdampak.

“MBD adalah daerah penghasil dan terdampak sodara-sodara, tetapi alhasil mengatakan bahwa di dalam acuan Perda atau AMDAL tersebut Maluku Barat Daya tidak di sebutkan sodara – sodara,” kata Jhon.

Ia pun menambahkan, ini adalah bentuk dari pemimpin yang mencoba mendiskriminasi, mengkerdilkan Maluku secara kolektif, dalam hal ini Maluku Barat Daya.

“Setuju ? , hari ini kita harus bertemu dengan pimpinan DPRD Provinsi Maluku , setuju ?” teriaknya.

Jhon juga mengutip UU NO 32 tahun 2009 tentang pengelolaan dampak lingkungan, yang juga tertuang dalam peraturan pemerintah Nomor 27 TAHUN 2012 Pasal 9 .

“UU NO 32 Tahun 2009, di situ menjelaskan daerah terdampak wajib hukumnya untuk di libatkan, lalu peraturan pemerintah NO 27 TAHUN 2012 PASAL 9 di situ mengatakan Pemda karsa dalam hal ini PT INPEX harus melibatkan MBD dalam pertemuan – pertemuan yang berkaitan dengan blok Masela tersebut,” tandasnya .

Dalam unjuk rasa yang berlangsung aman itu, para mahasiswa membawa beberapa poster sindiran. Bahkan, salah satu sangat menohok, “Blok Masela korban napsu bejat PT INPEX dan Gubernur.

“Pemerintah telah melakukan konspirasi yang besar. Jika MBD tidak masuk daerah terdampak, maka saya sampaikan janji Bapak Gubernur kita Murad Ismail yakni jika Maluku tidak bangkit dari kemiskinan maka beliau siap di gantung di JMP, namun apa buktinya malah pemerintah menjajagi hak – hak kita,” kata Benjamin Jeremias, orator unjuk rasa lainnya.

Penulis: Kate Mailoa