Hargai Menteri Yohana, SAS Ikuti Forkom Pemimpin Perempuan

SAS ketika hadir pafa forum Komunikasi Pemimpin Perempuan Kepala Daerah di Hotel Sari Pan Pasifif Jakarta Pusat
SAS ketika hadir pafa forum Komunikasi Pemimpin Perempuan Kepala Daerah di Hotel Sari Pan Pasifif Jakarta Pusat

Tomohon, Fajarmanado.com  – Wakil Walikota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan kembali tampil pada Forum Komunikasi Pemimpin Perempuan Kepala Daerah di Hotel Sari Pan Pasifif Jakarta Pusat.

SAS, sapaan akrab wanita familiar ini, hadir memenuhi penghargaan dalam wujud undangan Menteri PPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Yohana S Yambise terlibat langsung dan aktif pada acara bertemakan, “Mewujudkan Kebijakan Pembangunan Yang Berkeadilan Secara Inklusif”  selang 7-8 November ini.

SAS mengatakan, selang dua hari acara ini, para peserta yang umumnya para pemimpin daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota mendapat berbagai masukan sebagai pengembangan wawasan sebagai figur pemimpin daerah. “Di era ini, perempuan memang dituntut eksistensinya agar minimal sejajar dengan pria dapat menentukan pengambilan kebijakan demi kesejahteraan rakyat,” kata SAS.

“Perempuan-perempuan dapat menjadi inspirasi sejalan dengan kemampuan dalam mengelola pemerintahan yang efektif dan efisien,” ujarnya.

Namun dia mengakui, dalam kenyataan saat ini masih sedikit perempuan yang memegang tampuk kepemimpinan pada jabatan-jabatan publik negeri ini. “Di situlah tantangan perempuan untuk melakukannya,” kata SAS, mengutip Menteri Yohana.

Memang , lanjut dia, perempuan masih sulit menjadi pemimpin karena saat ini kecenderungan dominasi budaya masih sangat kuat. Pandangan kultural dan tafsir agama yang sempit menjadi salah satu alasannya.

“Bisa juga faktor-faktor structural, berupa kebijakan publik dan aturan organisasi yang belum ramah perempuan, anak dan keluarga,” ujarnya.

Padahal, kepemimpinan yang dimiliki perempuan saat ini, kata SAS, merupakan kekayaan tersendiri dalam konteks kualitas SDM.

“Menjadi pemimpin perempuan sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah tidak bisa tiba-tiba, melainkan harus melalui proses penempatan mental sosial dan intelektual di masyarakat. Pemimpin itu tidak selalu tercipta secara alamiah melainkan dapat diciptakan melalui proses-proses interaksi sosial,” tambahnya.

Oleh karena itu, banyak cara dan strategi dalam menciptakan pemimpin dalam masyarakat. Daiantaranya,  berawal dengan menjadi aktivis organisasi atau aktivis partai politik merupakan bagian dari cara-cara mendidik, mencipta dan melahirkan calon pemimpin di masa depan.

“Perempuan memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin namun kaum perempuan harus mempersiapkan diri dan harus percaya diri untuk bisa jadi calon pemimpin,” tukasnya, lantas mengatakan, “Maaf, jangan salah ditafsirkan. Ini bukan bermaksud saya berambisi menjadi nomor satu di Kota Tomohon.”

Menurut para pemateri pada acara tersebut, perempuan yang mampu jadi pemimpin setidaknya memiliki beberapa syarat. Antara lain, berpikir visioner, inovatif, dan mampu memberikan solusi terbaik dengan mencari banyak terobosan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya.

Dan sebagai kodrat seorang wanita, tentu saja harus mampu mengatur waktu buat keluarga, karier, diri sendiri dan membina kemampuan kerja tim, dan berintegritas.

(ely)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *