Airmadidi,Fajarmanado.com – Ketrampilan sejumlah kontraktor atau pemborong di Minahasa Utara (Minut) terhadap proses pengadaan barang dan jasa dinilai masih minim. Buktinya masih banyak kontraktor yang meminta jasa dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk membuat penawaran.
Hal ini diakui kepala dinas PUPR Minut Jossy Kawengian, menurutnya kontraktor yang sering meminta bimbingan dinas PUPR Minut dalam membuat penawaran, sebagian besar kontraktor atau pemborong yang mengerjakan proyek aspirasi. Hal ini menurutnya masih dalam kategori wajar, namun ia menganjurkan para kontraktor baru atau yang belum paham, untuk mengikuti pelatihan agar bisa memahami tatacara pengisian dokumen hingga pembuatan penawaran.
“Memang sebagian besar para kontraktor pelaksana proyek aspirasi belum paham membuat penawaran. Berbeda dengan kontraktor lain yang pekerjaannya sudah tergolong besar, sudah paham dan mengerti tentang cara membuat penawaran sehingga tidak perlu lagi pembimbingan.”terang Kawengaian.
Tokoh masyakat Minahasa Utara Piet Luntungan mengatakan, minimnya pemahaman kontraktor tentang pengadaan barang dan jasa harus menjadi perhatian serius bagi organisasi atau asosiasi kontraktor di Minahasa Utara. Rutin melakukan sosialisasi dan pelatihan terhadap kontraktor merupakan salah satu upaya yang harus ditempuh untuk mengatasi minimnya pemahaman kontraktor tentang pengadaan barang dan jasa. Pasalnya pemhaman kontraktor minim bisa berdampak kualitas pekerjaan.
“Dalam melaksanakan pekerjaan proyek butuh keahlian dan kemampuan khusus dalam melakukan analisa dan perhitungan terhadap pekerjaan, bagaimana kontraktor bisa menghitung sementara penawaran saja tidak tahu buat. Untuk itu, organisasi dan asosiasi tempat bernaung para kontraktor ini harus mengambil inisiatif menyelanggarakan pelatihan agar para kontraktor bisa lebih profesional sehingga kualitas proyek yang dikerjakan akan lebih baik.”tutur Luntungan.
Penulis : Joel Polutu