Langowan, Fajarmanado.com – Untuk membukatikan janjinya, Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow (JWS) telah memerintahkan jajarannya agar segera membangun jalan menuju lokasi dimana akan dibangun Stadion Kota Langowan. “Stadion itu bisa saja dinamakan stadion Kota Langowan,” ujarnya seusai memberikan materi “Kepemimpinan Kristen” pada acara LKPG di Jemaat GMIM Sion Noongan, Senin (01/05/2017).
Menurut bupati, pada pekan berjalan ini pihaknya akan segera menyediakan alat berat berupa louder untuk segera menata jalan masuk, beserta dengan pengerasan jalan. Untuk persiapan pembangunan jalan tersebut, bupati telah memerintakan kepada Hukum Tua Desa Noongan untuk bisa mengkondisikan lokasi jalan menuju stadion yang akan segera dibangun tersebut.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, stadion Kota Langowan itu akan dibangun di wilayah Kampung Belanda, Desa Noongan Kecamatan Langowan Barat, Minahasa. Lokasi tanah itu sendiri merupakan milik pribadi bupati JWS, yang luasnya hampir 5 hektar. Dan sebagiannya, yaitu sekitar 2,6 hektar sudah dihibakan JWS untuk membangun stadion tersebut.
“Untuk menunjang kegiatan masyarakat di bidang olah raga, warga langowan memang membutuhkan sarana dan prasarana olahraga. Apalagi sebagai calon daerah otonomi baru (DOB), Langowan memang membutuhkan stadion olah raga yang representatif,” ujar bupati.
Selain membangun stadion, bupati juga berkeinginan menata sebagian lokasi itu sebagai kawasan wisata. Suasana Desa Noongan yang sejuk ditambah pemandangannya yang indah, akan memberikan daya tarik bagi masyarakat Minahasa, maupun juga para wisatawan untuk bisa berkunjung di wilayah tersebut. Saat ini pun di wilayah tersebut, yaitu di lokasi Gunung Potong yang berbatasan dengan kabupaten Minahasa Tenggara selalu ramai dengan perkunjungan dari warga yang melakukan olah raga hiking, bersepeda, maupun berwisata.
Warga Langowan, khususnya warga Desa Noongan sangat antusias dan menghargai upaya Bupati JWS membangun stadion dan obyek wisata di lokasi tersebut. “Namun diingatkan agar masalah lingkungan alam sekitar lokasi dapat diperhatikan, agar tidak terjadi kerusakan alam yang dapat mengganggu ketenraman masyarakat sekitar. Karena beberapa kejadian yang harus diwaspadai adalah masalah banjir dan tanah longsor,” ujar Max Lendongan, tokoh masyarakat yang juga ketua BPD Noongan.
Jeffry Th. Pay