Amurang, Fajarmanado.com – Setelah menunggu sekitar tiga bulan lamanya, pasca 13 PPK di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Minahasa Selatan mundur. Juga, setelah Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE menyetujui Rudy F Tumiwa, ST, M.Si sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dinas PUPR. Maka, proyek yang sudah tender sejak Desember 2016 lalu segera dimulai. Hal ini sebagaimana dikatakan Kepala Bidang Bina Marga Ventje Karouwan, ST, M.Si Jumat (31/3/2017).
Menurut Karouwan, ada sekitar belasan paket proyek berasal dari DAK 2017. ‘’Namun, dari belasan paket tersebut, baru 8 paket yang siap dilaksanakan. Tentunya, ke-8 paket yang sekarang lagi menunggu terbitnya kontrak kerja. Maka, berharap setelah proyek tersebut mulai action, yang bertanggungjawab penuh adalah instansinya. Tapi, anjuran bupati dan wakil bupati agar perusahaan yang mendapat pekerjaan tersebut untuk mengerjakan dengan sebaik-baiknya,’’ujarnya.
Kata Karouwan lagi, memang Dinas PUPR Minsel mendapat jatah sangat besar melalui DAK 2017. Bahkan, khusus Bina Marga sendiri, jatahnya sekitar Rp 84 miliar lebih. Lainnya, diperuntukan untuk Bidang SDA, Bidang Tata Ruang dan Bidang Cipta Karya.
‘’Tetapi, khusus 8 paket yang sudah siap action diatas supaya akan mendapat nilai tamba bagi penyelenggara proyek. Oleh sebab itu, ditekankan lagi bagi pengawasan baik dari instansinya maupun dari perusahaan bisa saling kerjasama. Supaya, semuanya memberikan hasil yang maksimal,’’tegas Karouwan.
Ditambahkannya, 8 paket proyek yang siap action pasca 13 PPK mundur antaranya, lanjutan peningkatan ruas jalan Matani-Kapoya sebesar Rp 7 miliar lebih. Kemudian, lanjutan peningkatan ruas jalan Lalumpe-Keroit-Toyopon sebesar Rp 3,4 miliar lebih.
‘’Selanjutnya, peningkatan struktur ruas jalan Boulevard-Pantai Amurang sebesar Rp 10,7 miliar lebih. Peningkatan struktur ruas jalan SPT-Kumelembuai-Malola-Motoling dengan pagu Rp 4,2 miliar lebih. Dan lanjutan peningkatan ruas jalan Kumelembuai-Pakuure sebesar Rp 7,5 miliar lebih,’’jelasnya.
Ada juga, peningkatan struktur ruas jalan Sion-Temboan-Lowian sebesar Rp 3 miliar lebih. Serta, pemeliharaan berkala ruas jalan Motoling-Raanan Baru-Ongkaw sebesar Rp 5,3 miliar lebih. Serta, pemeliharaan ruas jalan Tenga-Pakuure dengan pagu Rp 7 miliar lebih.
‘’Oleh karena itu, pagu 8 paket senilai Rp 67 miliar lebih itu adalah milik Bidang Bina Marga. Tapi, masih ada banyak lagi yang sedang dilanjutkan ketahap tender. Bila ke-8 paket mulai dikerjakan oleh kontraktor agar tunjukkan dedikasinya kepada masyarakat. Karena memang, pekerjaan diatas adalah aspirasi warga masyarakat. Dengan demikian, bila kita ciptakan hal yang baik dimata masyarakat, maka pekerjaan tersebut akan berjalan dengan baik,’’kunci Karouwan.
Ditempat terpisah, Plt Kepala Dinas PUPR Minsel Rudy F Tumiwa, ST, M.Si mengatakan, pekerjaan proyek di Minsel segera dimulai. ‘’Memang, sejak beberapa bulan ini terjadi penundaan pekerjaan. Itu juga disebabkan karena 13 PPK mundur dengan berbagai alasan. Namun, berharap April 2017 ini semua proyek yang ditenderkan sudah akan mulai bekerja. Sebagaimana harapan bupati Tetty Paruntu dan wakil bupati Franky Wongkar, agar supaya pemenang tender dapat ciptakan keharmonisan dengan masyarakat. Supaya, proyek yang dikerjakan tak ada masalah dengan masyarakat,’’ungkap Tumiwa.
(andries)