DPP APDESI

Objek Wisata Batu Kapal di Sapa Barat Terancam Hilang?

Objek Wisata Batu Kapal di Sapa Barat Terancam Hilang?
OBJEK WISATA Batu Kapal terancam hilang. Namun, Humas PT MJPL Tri Jatmiko Wasita Adi mengaku tidak demikian. Silahkan lihat sendiri kondisi Objek Wisata yang juga situs Batu Kapal bagaimana kondisinya. (Foto: Andries)
Tenga, Fajarmanado.com – Objek Wisata Batu Kapal di Desa Sapa Barat Kecamatan Tenga perlahan namun pasti terancam hilang. Pasalnya, lokasi tersebut telah berdiri pabrik gas melalui PT Mega Jaya Prima Lestari (MJPL). Akibatnya, sejumlah warga Minsel mengaku objek wisata yang juga merupakan situs bersejarah tersebut kecewa dengan PT MJPL tersebut.

Corneles Kowaas, tokoh masyarakat Minsel menduga telah terjadi perusakan Objek Wisata Batu Kapal di Desa Sapa Barat tersebut. ‘’Saya mendengar dari Ormas Adat Milisi Waraney, bahwa selain objek wisata, juga merupakan situs sejarah peninggalan budaya bakal hilang dan juga terlihat rusak. Siapa yang merusak, Kowaas menyebut itu karena sudah dibangun pabrik gas melalui PT MJPL tersebut,’’katanya.

Lain lagi kata Constantein Kodongan, warga masyarakar Desa Pakuweru Utara. ‘’Dari laporan yang saya dengar, bahwa selain objek wisata, Batu Kapal juga merupakan situs budaya. Hanya saja, setelah berdiri pabrik gas melalui PT MJPL kemudian objek tersebut mulai tercemar. Memang, selama ini tidak ada larangan warga untuk kelokasi objek tersebut. Bahkan, oleh PT MJPL memberi kelonggaran kepada masyarakat untuk datang ke objek wisata Batu Kapal tersebut,’’jelas Kodongan.

Baik Kowaas maupun Kodongan menjelaskan, sudah menjadi kewajiban Pemkab Minsel untuk melindungi aset sejarah sesuai visi dan misi pemerintah. Yaitu, meningkatkan potensi pariwisata.

‘’Jangan hanya memiliki visi dan misi sepert itu, namun pada kenyataannya tidak mampu memanfaatkan situs yang bisa menjadi objek wisata terkenal. Ini sebenarnya, lanjut kedua tokoh pejuang Minsel salah dari awal. Kala juga pemerintah tidak mengisinkan membangun pabrik gas, maka tak akan ada kerusakan aset sejarah,’’sebutnya.

Di Minsel sendiri, tambah Kowaas dan Kodongan banyak aset bersejarah. Contoh lain, Objek Wisata Batu Dinding. Yang dahulu kala sudah ada Batu Dinding tersebut. Juga, ada sejarah agama di Amurang dan Kumelembuai. Maka dari, Pemkab Minsel diminta melestarikan budaya dan objek wisata andalan.

Dari pantauan wartawan Fajarmanado.com aktifitas proyek pabrik gas oleh PT MJPL berlangsung seperti biasa. Sedangkan situs Batu Kapal terletak paling tengah atau tepatnya ditepi pantai pabrik gas tersebut.

Humas PT MJPL Tri Jatmiko Wasita Adi membanta kalau objek wisata Batu Kapal rusak. ‘’Ya, silahkan anda lihat sendiri keberadaan situs Batu Kapal. Jadi, kalau mendengar penyampaian orang jangan langsung ditelan dong. Kalau kita telan, berarti kita percaya situs tersebut sudah rusak. Olehnya, silahkan lihat sendiri bagaimana kondisi situs Batu Kapal. Apakah rusak atau seperti sedia kalah,’’jelas Jatmiko sambil menunjuk lokasi.

(andries)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *