DPP APDESI

DPRD Sulut Rekomendasikan Tutup Peternakan Babi PT KPS

DPRD Sulut Rekomendasikan Tutup Peternakan Babi PT KPS
HEARING: Komisi II DPRD Sulut akhirnya merekomendasikan untuk menutup usaha peternakan babi PT KPS, anak perusahaan PT Charoen Pokphand, produsen pakan ternak ini ketika melakukan hearing bersama Forum Peternak Babi Sulut, dinas terkait dan PT Karya Prospek Satwa (KPS) di Ruang Komisi II, Kantor DPRD Sulut, Sario Manado, Rabu (08/03) tadi.
Manado, Fajarmanado.com – Forum Peternak Babi Sulut, akhirnya mendapatkan angin segar setelah, Rabu (08/03) mengikuti hearing dengan Komisi II DPRD Sulut, bersama dinas terkait dan PT Karya Prospek Satwa (KPS). Hasilnya, DPRD merekomendasikan tutup peternakan babi PT KPS.

Dengar pendapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II Noldi Lamalo dan Sekretaris Komisi II Rocky Wowor ini, merupakan tindak lanjut penyampaian aspirasi lewat unjuk rasa beberapa waktu lalu.

Dan hasil dari pertemuan itu, PT KPS sebagai anak perusahaan PT Charoen Pokphand, direkomendasikan untuk ditutup sebagai produsen peternakan babi, karena tidak memiliki izin untuk beternak.

Koordinator Forum Peternak Babi Sulut Donny Rumagit mengaku cukup lega dengan hasil keputusan tersebut.

“Memang sempat memanas, karena terjadi tarik menarik dalam mengambil keputusan bersama. Kami akan terus berjuang, karena ini menyangkut hayat hidup orang banyak yang menggantungkan hidupnya dari peternakan babi. Kami harus melawan kapitalis,” ujar Donny.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus mengawal keputusan tersebut. Dan tentunya akan dilihat apakah PT. KPS akan melaksanakan itu atau tidak.

“Kalau ternyata masih melakukannya, kami akan terus melakukan aksi besar-besaran,” tuturnya lagi.

Para peternak babi di Sulut memang merasa dirugikan, disebabkan harga di tangan peternak akhir-akhir ini mengalami penurunan drastis.

“Persoalannya ada perusahaan besar yang ternyata menguasai pangsa pasar. Bayangkan saja harga yang ditawarkan kepada kami sebagai peternak hanya Rp 20.000 per kilogram. Sementara harga jual di pasar-pasar berkisar Rp 40.000,” ujar Vecky Soriton, seorang peternak di Langowan.

(jeffry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *