Tomohon, Fajarmanado.com – Terobosan pembanguan rumah sakit umum daerah (RSUD) Pratama tipe D Kota Tomohon sontak mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.
“Ini merupakan wujud konkret kepedulian wali kota dan wakil wali kota untuk menjamin kesehatan warga Kota Tomohon,” demikian komentar senada warga Kota Tomohon kepada Fajarmanado.com, Kamis (23/2).
Seperti diberitakan, Wali Kota Jimmy Feldie Eman, SE.Ak meletakkan batu pertama pembangunan RSUD di Kelurahan Tumatantang Satu, Kecamatan Tomohon Selatan, Rabu (22/2).
Acara peletakan bantu pertama yang diawali ibadah yang dihadiri Forkopimda Kota Tomohon, mendapat apresiasi positif, bukan hanya dari masyarakat Kota Tomohon saja tetapi juga masyarakat daerah sekitarnya.
RSUD tipe D m dengan kapasitas 50 tempat tidur rawat inap kelas tiga ini, diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam pelayanan kesehatan, teristimewa bagio masyarakat kota multy dimensi ini.
Kadis Kesehatan Kota Tomohon dr Deesje Liuw M, Biomed menjelaskan bahwa rumah sakit daerah merupakan salah satu program Nawa Cita pemerintah pusat di bidang kesehatan.
Dikatakan, sesuai dengan sembilan Nawa Cita yang merupakan agenda prioritas, pembangunan rumah sakit ini masuk dalam prioritas Nawa Cita kelima yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia seutuhnya.
Salah satu dasar pembangunan rumah sakit daerah tipe D di Kota Tomohon adalah sebagai upaya pemenuhan kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan dengan telah beroperasi BPJS mulai tahun 2014 sesuai amanat UU Nomor 24 Tahun 2011, dibutuhkan fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih memprioritaskan masyarakat tidak mampu.
Liuw menjelaskan, secara bertahap pemerintah pusat berupaya untuk membangun rumah sakit daerah disetiap Kota/Kabupaten yang ada di Indonesia, termasuk Kota Tomohon sehingga patut disyukuri karena Kota Tomohon telah dialokasikan dana untuk pembangunan rumah sakit ini.
“Memang saat ini Kota Tomohon telah memiliki dua rumah sakit yang dikelolah oleh swasta yang didukung oleh beberapa puskesmas. Namun dengan bertambahnya rumah sakit daerah ini pastinya akan dapat saling melengkapi akan pelaksanaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Tomohon dan sekitarnya,” papar Liuw.
Rumah sakit daerah ini akan melayani pasien kelas III, dengan skala prioritas adalah masyarakat kota Tomohon.
Apabila rumah sakit ini telah selesai di bangun maka akan memberikan kemudahan bagi masyarakat Kota Tomohon yang kurang mampu dan tidak perlu lagi harus jauh-jauh ke rumah sakit daerah di Manado ataupun Tondano.
“Kami yakin keberadaan rumah sakit daerah ini nantinya tidak akan mempengaruhi keberadaan 2 rumah sakit swasta yang sudah ada, karena disamping kapasitasnya hanya 50 tempat tidur, juga hanya bisa melayani pasien kelas III sehingga akan membantu 2 rumah sakit swasta jika pasien kelas III-nya tak mampu lagi dtampung,” ujarnya.
Menurutnya, Pemkot Tomohon akan tetap bersinergi dengan pihak swasta dalam hal peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kehormatan kami adalah melayani masyarakat,” pungkat Liuw.
(prokla)