Akibat Moratorium KKP, Nelayan Bitung Tak Sanggup Penuhi Permintaan Pasar

Akibat Moratorium, Nelayan Bitung Tak Sanggup Penuhi Permintaan Pasar
TAK BERDAYA: Nelayan Kota Bitung mengaku tak berdaya dengan adanya moratorium Kementerian KKP tentang penggunaan kapal. Dengan mengandalkan kapal kecil seperti ini, nelayan tak bisa memperoleh tangkapan ikan dalam volume besar dan berkwalitas ekspor.
Bitung, Fajarmanado.com – Kondisi nelayan di Kota Bitung masih sulit dan tak sanggup  memenuhi permintaan pasar baik lokal maupun antar pulau dan pabrikan. Akibat moratorium Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),  semakin sulit mengais rejeki di laut karena batas wilayah tangkapan dan kapal penangkap ikan yang digunakan hanya 5-10 GT.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Bitung, Iten Kojongian mengatakan, nelayan Bitung sangat terhimpit kehidupannya karena permintaan antar pulau, ekspor dan pengalengan tidak dapat dipenuhi.

“Akibatnya moratorium yang dikeluarkan Kementerian KKP, peluang untuk mendapatkan tambahan penghasilan untuk memasok ikan ke perusahaan pengalengan dan antar pulau sangat sulit terwujud,” kata Kojongian.

Kojongian mengatakan, keberadaan ini dipicu oleh Keputusan Menteri KKP tahun 2014 tentang moratorium, sehingga banyak permintaan tidak dapat dipenuhi.

“Sampai sekarang sebagai nelayan kami tidak mengerti akan keinginan KKP, padahal Inpres 7/2016 sudah turun namun belum ada petunjuk pelaksanaannya,” kata Kojongian.

“Karena pabrik menunggu sesuai kebutuhan ekspor ataupun pengelengan, kalau permintaan dapat terpenuhi maka kehidupan sebagai nelayan akan sejahtera,” sambungnya.

Dengan kapal 5-10 GT, katanya, nelayan hanya mampu menangkap ikan di laut yang tidak dalam dan kualitas ikan yang diperoleh bukan untuk kebutuhan pasar antar pulau dan pabrik.

Kojongian selalu memberikan dorongan kepada nelayan untuk tetap melakukan pekerjaannya untuk melaut, kendati mendapatkan ikan cakalang dan tuna yang dibutuhkan pabrik tidak mungkin di laut yang dekat dengan pantai sesuai kondisi kapal 5-10 GT.

“Kami sangat berharap ada kepedulian baik untuk nelayan, pengusaha perikanan dari pemerintah sehingga mendapatkan kehidupan yang lebih layak,” tandas Kojongian.

(risma tofan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *