Jakarta, Fajarmanado.com – Pelarian Ridwan Sitorus alias Ius Pane alias Marihot Sitorus (45), salahsatu tersangka pembunuhan sadis Polomas, Jakarta Timur, berakhir di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sumatera Utara, Minggu (1/1/2017) pagi.
Pria yang juga jadi salahsatu otak pelaku dan berperan sebagai ‘Kapten Tim” ke dua perampokkan di rumah Dodi Triono pada Senin (26/12/2016) ini ditangkap sekitar pukul 9.45 WIB ketika turun dari sebuah bis Antar Lintas Sumatera (ALS) tanpa perlawanan.
Pia 45 tahun kelahiran 11 November 1971 ini ditangkap jajaran Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Timur, dan Polresta Depok di Pool Bus ALS Jalan Sisingamangaraja Mendan.
Setelah penangkapan dipimpin asat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana Marpaung, Ius Pane diberangkatkan ke Jakarta dan tiba dengan pesawat Citylink di Bandara Halim Perdana Kusuma, siang tadi.
Kedatangan AKBP Sapta Maulana Marpaung bersama tim dengan tersangka, disambut Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan. Kapolda pun mengekpresikan kegemburaannya dengan memeluh dan menepuk-nepuk Marpaung dan tim sebelum menuju tempat konferensi pers.
Kapolda mengebut peran Ius Pane sangat vital setelah Ramlan Butarbutar, sang ‘kapten tim’, yang ditembak hingga tewas pasca peristiwa perampokan dan pembunuhan sadis Polumas.
Kapolda Metro Jaya Mochamad Iriawan membeberkan Ius lah yang menyeret almarhumah Diona Arika Andra Putri, puteri sulung Dodi Triono.
“Yang bersangkutan menyeret almarhumah Diona yang berumur 16 tahun dari kamarnya itu, diseret juga dipukul pakai senpi,” ujar Iriawan.
Dalam rekaman CCTV, Ius Pane terlihat menganiaya korban Diona.
Bukan cuma itu, Ius santer pula diberitakan adalah orang yang memiliki ide memasukkan penghuni ke kamar mandi.
Akibat penyekapan di kamar berukuran 1,5 x 1,5 meter itu, 6 orang tewas dengan kondisi yang mengenaskan.
Ius juga dominan disebut sebagai kapten kedua setelah Ramlan. Ius juga yang membawa pistol dan ikut melukai salah satu korban dalam perampokan dan pembunuhan tersebut.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, Ius melukai Doina.
“Itu kelihatan (di CCTV) dan pembantunya melihat Yus menyeret Diona dari kamarnya di atas sampai bawah,” ujarnya.
Berikut adalah peran keji Ius Pane dalam keterangan yang dirilis polisi:
- Eksekutor
- Naik ke lantai dua rumah, menarik penghuni di lantai dua
- Menodongkan senjata api ke korban
- Menyampaikan ide memasukkan penghuni ke kamar mandi
- Mencari barang berharga di kamar di lantai dua
- Menyeret dan memukul Diona (16) dengan gagang senjata api
(mdk/ely)