Amurang, Fajarmanado.com – Di tengah kesibukan eksekutif dan legislatif Minahasa Selatan (Minsel) melakukan evaluasi Perda APBD 2016 di Pemprov Sulut sejak Selasa (6/12), ternyata dimanfaatkan segelintir Aparatur Sipil Negera (ASN) keluyuran dan jalan-jalan di Kota Manado.
Ironisnya, para ASN Minsel itu dikabarkan mendampingi tim TAPD Pemkab dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Minsel melakukan evaluasi Perda tentang APBD 2017 di Kantor Gubernur Sulut.
‘’Ya, banyak ASN yang mendampingi para kepala SKPD bersama legislatif legislative ke Manado membantu evaluasi APBD 2017 di Kantor Gubernur. Tapi anehnya, sebagian besar dari mereka hanya terlihat jalan-jalan di pusat Kota Manado,’’ ujar sejumlah sumber asal Amurang yang minta namanya tak diekspose.
Menurut sumberm dalam pesan singkat di inbox handphonenya, seakan melaporkan bahwa hampir semua supermarket, mall dan lain sebagainya terdapat ASN dengan seragam lengkap dengan logo Pemkab Minsel.
‘’Sayangnya, sikap tegas BKDD dan Bagian Organisasi Setdakab Minsel tidak ada. Pada apel sore justru banyak yang tidak terlihat kembali tapi daftar hadir mereka tetap ada. Ya, tentu saja tanda tangan mereka dikamuflase,” kata sumber yang juga mantan ASN di Minsel.
Sumber menyayangkan sikap pembiaran dari instansi berkompeten, terutama BKDD dan Bagian Organisasi. Jika dibiarkan terus, katanya, disiplin ASN Minsel tidak bakal membaik.
Bila pembiaran seperti ini terus berlanjut, sumber ini memprediksikan ke depan ASN Minsel secara umum akan lebih buruk dari sekarang. Karena jelas-jelas tidak ada pengawasan dari Wakil Bupati Franky D Wongkar, SH.
“Padahal, sebelumnya pengawasan wabup hampir setiap minggu berjalan. Namun saat ini tidak telihat lagi,’’ ujar sumber yang kembali mewanti-wanti tidak ditulis namanya.
Kepala BKDD Minsel Drs Ferdinand Roy Tiwa belum berhasil dihubungi terkait informasi ASN Minsel keluyuran di Manado.
‘’Bapak juga lagi tugas luar (TL).Hanya saja, kalau kami bekerja seperti biasa di BKDD Minsel. Soal ASN lain yang keluyuran, bukan rana kami untuk menanggapinya,’’ tukas ASN di BKDD yang minta namanya tak ditulis pula.
(andries)