Jakarta, Fajarmanado.com – Pemerintah Indonesia diminta untuk bisa lebih mencermati dan menindak tegas segala aktifitas intoleran yang dilakukan oleh perorangan atau kelompok yang ingin merongrong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta mengancam Bhineka Tunggal Ika.
“Kelompok intoleran itu harus ditindak tegas, mereka terlalu sudah lama merongrong keutuhan bangsa,” kata Ketua Umum Gerakan Timur Indonesia (GTI), Benny Rhamdani melalui siaran persnya.
GTI adalah organisasi yang dibentuk antara lain untuk merekatkan prinsip-prinsip kebangsaan Indonesia di belahan timur Indonesia.
Menurut Rhamdani yang juga Anggota DPD RI daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Utara ini, aksi-aksi intoleran yang muncul belakangan ini berpotensi mengancam keutuhan NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
“Aksi-aksi intoleran dan memecah belah keutuhan NKRI sudah terang benderang. Kami mendesak pemerintah untuk bertindak tegas,” tutur tokoh GP Ansor Sulawesi Utara ini.
Hal senada dikemukakan, Penasehat GTI, Suwiryo Ismail, aksi-aksi intoleran di Indonesia sudah marak terjadi dalam 20 tahun terakhir ini. Hal ini akan merusak sendi-sendi kebangsaan dan kemanusiaan.
“Saya juga heran, kenapa ini terkesan ada pembiaran? Padahal ini adalah ancaman,” kata Rio, panggilan akrabnya.
Baik Benny maupun Rio mendesak pemerintah untuk segera bertindak tegas terhadap semua aksi intoleran oleh kelompok apapun dan atas nama organisasi apapun.
“Presiden Jokowi harus mengambil langkah dan sikap tegas,” kata Rio.
Sebab, lanjut Benny, berbagai aksi intoleran akhir-akhir ini dapat memicu aksi-aksi serupa di berbagai daerah.
Benny menunjuk, beberapa kelompok organisasi di bagian timur Indonesia sudah memberi reaksi melakukan perlawanan terhadap semua aksi intoleran.
Dijelaskannya, menyusul beberapa aksi intoleran baik yang menyebar di ruang publik dan di media sosial, telah mendapat respons teman-temannya di Papua, Timor, Manado, Ambon, Bali dan daerah lainnya.
“Ini tidak baik dan bisa memicu disintegrasi kalau dibiarkan,” kata Benny.
Menurutnya, aksi-aksi intoleran baik langsung maupun tidak dapat memicu disintegrasi bangsa.
“Setiap aksi intoleran akan menyulut sentiment, dan dapat berakibat disintegrasi. Kita tidak inginkan hal itu terjadi. Pemerintah harus mengambil tindakan tegas,” katanya lagi.
Benny dan Rio berharap, langkah tegas pemerintah dapat menjadi momentum bersama untuk mengaktualisasi kembali nilai-nilai kebangsaan serta nasionalisme Indonesia.
“Kita harus kuat sebagai bangsa, kita tidak bisa terpecah karena kepentingan sesaat. Indonesia harus kuat karena keragaman, karena kebangsaan,” kunci Rio.
(Fred)