Seorang pengendara angkutan umum, Iwan ke Fajarmanado.com mengatakan mesin kend
eraannya mati ditengah secara tiba-tiba, sehingga harus di dorong beberapa warga melewati genangan air yang semakin meninggi.
“Tadi ditengah mesin mati secara tiba-tiba. Seperti mesin kemasukan air yang masuk dari knalpot. Jadi harus tola (dorong-red) tadi dari tengah sana,” jelas Iwan.
Sementara itu, di seputaran stadion sepak bola Klabat, beberapa warga terlihat sudah menutup jalan dan melarang kenderaan yang melintas untuk memilih jalur alternatif. Air hampir melewati lutut orang dewasa menggenangi jalan di stadion kebanggaan warga kota Manado ini.
Di wilayah Karame dan Tanjung juga dikabarkan air setinggi lutut orang dewasa menggenangi wilayah tersebut. Informasi yang dari Tim TAGANA Manado ini, warga di dua lokasi ini sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Di Kelurahan Paal 4 Kecamatan Tikala, tepatnya di lorong gereja Nafiri dikabarkan terjadi tanah longsor yang menimpa rumah warga.
Dikabarkan dua orang warga, Ayah dan anaknya, tertimbun longsoran tanah. Hingga berita ini diturunkan, tim TAGANA dibantu warga setempat masih melakukan pencarian terhadap korban.
Hujan yang mengguyur kota Manado terlihat mulai mereda sekitar pukul 21.57 Wita. Namun, hingga berita ini diturunkan, kemacetan arus lalulintas di seputaran jalan Sam Ratulangi kelurahan tanjung batu masih terlihat panjang.
Belum satupun pejabat pemerintah kota Manado yang bisa di mintai keterangan terkait beberapa peristiwa bencana alam yag terjadi dibeberapa wilayah di kota Manado.
(Fred)