Berantas Narkoba, Dotolung Sebut Ceramah Tidak Lagi Relevan

Berantas Narkoba, Dotolung Sebut Ceramah Tidak Lagi Relevan
Pdt Steven Dotulong, STh
Tondano, Fajarmanado.com – Upaya pemberantasan peredaran Narkoba dan obat-obatan terlarang tidak lagi efektif dan relevan dilakukan melalui ceramah namun harus melalui berbagai inovasi yang langsung menyentuh generasi muda.

“Sosialisasi bahaya Narkoba sekarang ini harus diberengi dengan langkah-langkah konkret,” kata Pdt Steven Dotulong, STh, tokoh agama Minahasa kepada Fajarmanado.com di Tondano, Minggu (29/1/2017), siang tadi.

Tokoh muda ini menilai peredaran dan penggunaan Narkoba saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan sudah menggerogoti generasi muda yang masih sementara mengenyam pendidikan di bangku sekolah.

Fenomena ini, katanya, menjadi kekhawatiran tersendiri oleh banyak pihak termasuk orang tua siswa demi masa depan generasi muda penerus tonggak estafet pembangunan bangsa. “Jadi harus dideteksi secara dini,” tandasnya.

Ia selanjutnya berharap Dinas Pendidikan, Pemoda dan Olah Raga (Dikpora) Minahasa bisa berinovasi mencari cara yang tepat untuk memberi pemahaman buat peserta didik tentang bahaya Narkoba.

“Di tengah perkembangan teknologi yang semakin canggih, metode ceramah sepertinya sudah kurang relevan. Diknas harus berinovasi memberikan sosialisasi di semua sekolah di Minahasa sehingga generasi muda kita bisa mendapatkan pemahaman yang jelas tentang bahaya Narkoba serta bahan-bahan apa saja yang masuk dalam kategori Narkoba,” ujar Dotulong.

Ia menilai langkah yang dilakukan Unima dan Pemkab Minahasa belakangan ini harus diapresiasi karena sosialisasi langsung dibarengi dengan melakukan tes urin.

“Langkah-langkah konkrit seperti ini harus benar-benar dilakukan. Misalnya Diknas dan sekolah-sekolah serta instansi terkait lainya melakukan kampanye bersama menolak Narkoba, lomba Mading antar sekolah atau lomba menulis. Intinya yang mengandung pesan bahaya Narkoba,” tegasnya.

Selain itu, lanjutnya, masyarakat adalah faktor penting terkait pencegahan Narkoba. Menurutnya, kurang maksimalnya pencegahan narkoba saat ini karena masyarakat belum paham dengan benar bagaimana Narkoba bisa menjadi pembunuh bagi generasi mendatang.

“Ketika masyarakat secara luas menyadari tentang bahaya Narkoba, maka barang haram tersebut akan dihindari. Dan secara otomatis para pengedar tidak lagi memiliki pembeli atau pasar untuk peredaran Narkoba,” paparnya.

Dotulung kemudian mengajak agar semua pihak berkolaborasi dalam memberantas Narkoba. “Mari bersama kita perangi Narkoba lebih khusus di tanah Minahasa tercinta sehingga generasi kita mendatang menjadi generasi yang  bebas Narkoba,” pungkasnya.

(fis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *