Miky Wenur-Chermat Pakai Tolu, Begini Reaksi Petani Tomohon

Fajarmanado.com, Tomohon —Tiga pasangan calon Pilkada Tomohon 2024 dinyatakan lolos verifikasi berkas oleh KPU Tomohon sehingga menjalani rangkaian tes kesehatan di RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado mulai Jumat (30/08/2024), hari ini.

Ke tiga paslon yang mendaftar di KPU Tomohon pada 27 dan 29 Agustus 2024 itu, datang bersama ribuan massa masing-masing dengan style agak beda meski mengenakan seragam kas sendiri-sendiri.

Namun, penampilan Miky Wenur dan Cherly Mantir, yang mendaftar terakhir, terpantau tak seperti biasanya penampilan para duet paslon pesta demokrasi Pilkada selama ini.

Ketika berjalan diiringi ribuan pendukung untuk mendaftarkan diri di Kantor KPU Tomohon pada Kamis (29/08/2024) sore, duet Miky Wenur–Chermat, ternyata tampil beda.

Paslon penantang petahana wali kota dan wakil wali kota Tomohon itu, tidak mengenakan topi khusus berlogo partai dan atau disain spesial pasangan calon.

Paslon jagoan Partai Golkar yang didukung NasDem dan PSI itu muncul memakai Tolu, topi ayaman bambu yang lekat dengan petani ketika melakukan aktivitas di sawah dan kebun.

Melihat penampilan beda dari dua Wewene Tou Mu’ung tersebut, sontak dapresiasi oleh masyarakat arus bawah, terutama para petani.

“Ini suatu kebanggaan dan kehormatan tersendiri bagi kami petani,” komentar Ketua Kelompok Tani ‘Sumaru Endo’ Kelurahan Pangolombian, Kecamatan Tomohon Selatan, Brury ‘Epong’ Sarese.

Mendaftar memakai Tolu, lanjutnya, merupakan suatu pesan yang sangat mendalam bahwa Miky-Chermat menaruh perhatian khusus terhadap nasib petani.

“Kami petani memang sangat butuh perhatian khusus oleh pemerintah Kota Tomohon ke depan agar  pupuk bersubsidi, misalnya tidak akan hilang lagi di Tomohon atau diberikan kepada para pihak yang bukan petani sungguhan,” ujarnya.

Epong mengatakan, dari tiga paslon Pilwako Tomohon 2024, hanya Miky dan Cherly yang pantas memakai Tolu.

Selama mengemban amanah masyarakat sebagai anggota DPRD Kota Tomohon, dua srikandi ini tak henti menyuarakan dan memperjuangkan nasib petani yang nyaris terabaikan dan termakan janji palsu.

“Pilkada Tomohon 2024 ini menjadi momen kami petani untuk merubah nasib. Jangan hanya termakan janji palsu atau godaan uang,” tandasnya.

[**/heru]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *