Tondano, Fajarmanado.com – Pelaksanaan Kuliah Lapangan Program Pendidikan Kelola Pemilu Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado dibuka oleh Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow, MSi (JWS) di Kantor KPUD Minahasa, Kamis (3/11) pagi tadi.
Kepada mahasiswa S2 yang diantar langsung oleh Koordinator Program Dr Ferry Daud Liando, SIP MSi ini, Bupati JWS memberikan pokok-pokok pikiran terkait dengan evaluasi pelaksanaan pemilu dan pilkada di Provinsi Sulawesi Utara umumnya.
Bupati JWS menjelaskan bahwa mempelajari Ilmu Politik tidaklah cukup jika hanya mempelajati teori dalam literatur-literatur politik. Memahami politik akan sempurna jika terlibat dalam aktivitas politik. “Politik itu skil, bukan sekedar teori,” katanya.
Bupati JWS menjelaskan juga sejumlah persoalan terkait kepemiluan seperti perolehan kursi bagi setiap Partai Politik yang terkesan tidak adil.
“Partai yang memperoleh suara paling banyak, memperoleh kursi sama dengan Parpol lain yang jumlah suaranya lebih kecil. Ini poin yang perlu dibenahi dalam sistem kepemiluan kita,” katanya.
Yang menarik Bupati JWS juga berbagi pengalaman terkait perjalanan kepemimpinan beliau dari seorang guru hingga menjadi bupati.
Dalam kegiatan ini, turut memberikan materi Ketua Bawaslu Sulut Herwyn Malonda,SPd dan Ketua KPU Minahasa Meydi Tinangon,SSi MSi, dengan diawali prakata dari Koordinator Program Dr Ferry Daud Liando,SIP MSi menyampaikan bahwa program Kuliah Lapangan ini, merupakan kegiatan dengan tujuan memperkuat kapasitas mahasiswa agar memiliki kompetensi di bidang kepemiluan.
“Di Kampus mahasiswa hanya belajar teori dan kebijakan. Untuk melengkapi pengetahuan mereka, perlu ada keseimbangan terkait fakta yang dihadapi penyelenggara kepemiluan,” ujarnya.
Ditambahkannya, Program Pendidikan ini berdiri atas kerjasama Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dan Bawaslu RI dengan 8 Universitas yang ada di Indonesia.
(den)