TP-PKK dan KPU Maluku Teken MoU DP3 Basis Keluarga Perempuan Sadar Pemilu

Ambon, Fajarmanado.com –  Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Maluku dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku, meneken Memorandum of Understanding (MoU) tentang program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan ( DP3) Basis Keluarga Perempuan Sadar Pemilu Serentak.

Penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan oleh Ketua TP-PKK Maluku, Widya Pratiwi Murad dan Ketua KPU Maluku Syamsul Rifan Kubangun, SH di lantai VII Kantor Gubernur, Rabu (4/8/2021).

Dihadiri sejumlah pengurus TP-PKK/KPU Maluku, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Ismail Usemahu dan lainnya.

Program DP3 sendiri merupakan salah satu upaya untuk memassifkan pendidikan politik dan peningkatan partisipasi masyarakat di desa dan kelurahan dalam menyukseskan pemilihan umum (pemilu).

Karena itulah, Widya Pratiwi dalam sambutannya menyambut baik MoU tersebut karena sebagai bentuk kontribusi pihaknya dalam pengembangan demokrasi dalam pemilu dan pilkada di Indonesia.

Terutama, lanjut dia, dalam meningkatkan pendidikan dan kesadaran politik demokrasi dan pemilu bagi basis keluarga perempuan Maluku, menjelang pemilu dan pilkada serentak tahun 2024 mendatang.

“Pasti saya merasa tersanjung, merasa bangga bahwa ternyata kami dari tim PKK Maluku diikut sertakan dalam program KPU, yang memang perintah langsung dari pusat bahwa harus ada inovasi di KPU tingkat provinsi. Ini adalah bentuk sinergitas kolaborasi dan ini menjadikan tantangan bagi PKK,” katanya.

Hal ini bagi Widya, menjadi perhatian pihaknya dan KPU serta organisasi perempuan lainnya. Sebab, angka partisipasi pemilih perempuan, tidak hanya berarti secara statistik, namun memberikan dampak politik bagi tidak tersentuhnya pengarus-utamaan isu-isu perempuan dalam kebijakan pemerintahan dan agenda demokrasi.

“Peluang partisipasi dan keterpilihan perempuan sebenarnya sudah cukup terbuka. Bahkan UU Pemilu juga memberikan perhatian dalam perekrutan perempuan penyelenggara pemilu di semua tingkatan,” ujarnya.

Widya pun menghimbau kepada TP-PKK Kabupaten/Kota agar dapat memaksimalkan program pendidikan pemilih keluarga perempuan dalam menyukseskan Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan di daerahnya masing-masing, dengan menggerakkan kader PKK.

“Caranya dengan mendukung pemerintah desa kelurahan dalam melakukan sosialisasi pendidikan Pemilih dalam kegiatan Posyandu dan Dhasawisma,” jelasnya.

“Semoga kami dapat mensuport, membantu semaksimal mungkin agar program ini dapat berhasil di tahun 2024,” lanjut isteri Gubernur Maluku, Murad Ismail ini.

Sementara itu, Ketua KPU Syamsul Rifan Kubangun mengatakan, salah satu elemen penting dalam kegiatan program peduli desa adalah perempuan.

Untuk itulah, pelibatan TP-PKK sebagai agen di tingkat desa untuk melakukan program desa peduli dan pemilihan sangat tepat. Sebab, TP-PKK punya jejaring luas yang bisa dimanfaatkan melalui sinergitas dan komitmen.

“Kita akan mengunjungi desa-desa yang menjadi Loktus Desa Peduli. Daerah kita kan kepulauan jadi harus ada satu momentum pelaksana, salah satunya itu di masing-masing Ketua TP-PKK. Ini akan menjadi stimulan awal untuk kita bergerak,” tuturnya.

Terpantau turut hadir pada acara tersebut, antara lain, sejumlah pengurus TP-PKK dan KPU Maluku serta Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Ismail Usemahu.

Penulis: Katie Mailoa