Gubernur Yulius Selvanus Lantik 318 Pejabat Fungsional, Ini Rinciannya

FajarManado.News, Manado — Meski terus menunjukan pencapaian positif, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) terus memperkuat kapasitas tata kelola pemerintahan. Kali ini, merotasi 318 pejabat fungsional.

Rincian ke 318 jabatan fungsional yang mendapat penugasan baru tersebut, terdiri dari 4 pejabat bidang pengadaan barang dan jasa, 29 guru, 180 tenaga kesehatan dan 105 pejabat bidang kehutanan.

Mereka dilantik dan diambil sumpah jabatan oleh Gubernur Sulut, Yulius Selvanus di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Jalan 17 Agustus Manado, Senin 7 September 2026.

Sebagaimana sebelumnya, pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Sulut menata organisasi sekaligus memperkuat keahlian teknis aparatur sipil negara (ASN) sesuai bidang tugas masing-masing.

Gubernur Yulius Selvanus menegaskan, pelantikan ini tidak boleh dipandang hanya sebagai agenda formal pemerintahan.

Ia menekankan bahwa pengangkatan pejabat fungsional merupakan bagian dari pembinaan, pemantapan keahlian, dan penataan organisasi untuk membangun tata kelola pemerintahan yang semakin profesional serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Pelantikan Pejabat Fungsional hari ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat keahlian teknis dan kapasitas kinerja organisasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara,” ujarnya ketika memberikan sambutan.

Untuk itu, ia berharap para pejabat yang dilantik dapat menjalankan tugas berdasarkan kompetensi dan bidang keahlian masing-masing.

Dengan penempatan sumber daya manusia yang tepat, gubernur menaruh harap Pemprov Sulut dapat mempercepat pelaksanaan program prioritas sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dengan dilantiknua 180 tenaga kesehatan, menunjukkan bahwa penguatan sumber daya manusia pada sektor kesehatan menjadi salah satu bagian penting Pemprov Sulut.

Begitu pula dengan 29 pejabat fungsional guru, diharapkan dapat memperkuat sektor pendidikan di daerah Nyiur Melambai ini.

Demikian juga halnya dengan dilantiknya 105 pejabat fungsional bidang kehutanan, menjadi bagian penting dalam mendukung tugas pemerintahan di sektor pengelolaan dan pembangunan kehutanan.

Sementara pelantikan empat pejabat fungsional pengadaan barang dan jasa diharapkan dapat memperkuat kapasitas teknis pemerintah dalam menjalankan proses pengadaan secara profesional dan sesuai ketentuan.

Oleh karena itulah, Gubernur Yulius mengatakan, penguatan kompetensi ASN harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas organisasi.

Menurutnya, birokrasi yang kuat membutuhkan aparatur yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu bekerja secara disiplin, berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada hasil.

Karena itulah, ia mengingatkan kepada 318 pejabat fungsional yang baru dilantik untuk segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing dan terus meningkatkan kompetensi dan literasi, membangun komunikasi yang baik, serta menjalin kolaborasi dengan pimpinan maupun rekan kerja.

“Terus tingkatkanlah kompetensi dan literasi, bangun komunikasi serta lakukan kolaborasi yang harmonis dengan pimpinan dan rekan kerja,” pintanya.

Lebih dari itu, Gubernur mengingatkan agar para pejabat tidak berhenti pada pelaksanaan tugas secara rutin. Namun harus berani memberikan gagasan dan solusi yang dapat membantu pemerintah menghadapi berbagai tantangan pembangunan, dengan tetap berpegang pada aturan yang berlaku.

Menurut Gubernur, pelantikan kali ini berlangsung di tengah berbagai capaian yang telah diraih Sulut dalam sejumlah bidang.

Capaian-capaian dalam tata kelola pemerintahan itu, kata Yulius Selvanus,  antara lain, pelayanan publik, pengelolaan keuangan, pembangunan sumber daya manusia, dan peningkatan arus investasi sebagai hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintahan.

Namun demikian, berbagai prestasi ini  jangan dijadikan alasan untuk berpuas diri.

Masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, mulai dari percepatan program prioritas pembangunan hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Kita tidak ingin cepat berpuas diri. Prestasi adalah pemicu semangat, bukan alasan untuk berhenti berbenah,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme. Ia mengingatkan supaya para pejabat yang baru dilantik untuk menjauhi penyalahgunaan wewenang serta tindakan yang bertentangan dengan hukum.

“Jalankanlah amanah dengan memegang teguh prinsip integritas, profesionalisme, disiplin, loyalitas, dan rasa tanggung jawab,” tandasnya.

[**/heru]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *