Selain melakukan Reformasi Birokrasi melalui penataan struktur dan kultur Pemerintahan, juga diikuti dengan peningkatan take home pay Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dapat memberikan ruang bagi ASN untuk hidup layak. Reformasi birokrasi tersebut sudah mulai menunjukkan peningkatan dari aspek kinerja yang tercermin dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tahun 2013 sampai 2016. 2013 baru mencapai Rp. 31.256.376.000 meningkat menjadi Rp. 75.084.091.894. Peningkatan ini diikuti pula dengan semakin meningkatnya APBD Kabupaten Minahasa yaitu pada tahun 2013 baru mencapai Rp. 804.942.568.878 menjadi Rp. 1.307.154.121.966 pada tahun 2016. Dalam pengelolaan keuangan daerah ini dengan menerapkan prudencial Management serta ditopang dengan mekanisme yang makin transparan dan akuntabel telah memberikan kontribusi bagi diraihnya Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dua tahun berturut turut yaitu tahun 2014 dan 2015. Kinerja keuangan ini terakumulasi dengan kinerja pembangunan daerah yang makin baik sehingga Minahasa juga memperoleh Dana Insentif Daerah (DID) selama 2 tahun berturut turut yaitu tahun 2015 sebesar Rp. 39 Miliar dan 2016 sebesar 49 Miliar.
Disisi lain, untuk penataan Pemerintahan Desa maka telah dilakukan reformasi sistem pelaksanaan Pemilihan Hukum tua yang lebih efisien, lebih demokratis dan lebih bermartabat dengan tidak lagi memberikan ruang untuk pesta pora para calon ataupun praktek-praktek yang menimbulkan high cost bagi Calon. Dalam kenyataannya pelaksanaan Pilhut gelombang pertama tahun 2016 sebanyak 80 Desa berhasil dilaksanakan dengan baik dan sukses. Sementara itu, pelaksanaan Dana Desa sejak tahun 2015 sampai dengan saat ini telah ikut memacu tumbuh dan berkembangnya pembangunan di Desa. Dimana Dana Desa yang ditransfer ke Desa yang ditopang dengan ADD yang ada telah ikut menstimuli berkembangnya ekonomi Desa. Tercatat sampai dengan tahun 2017 ini semua Desa di Minahasa APBDesnya telah mencapai lebih dari 1 Miliar rupiah.
Dari aspek kehidupan sosial kemasyarakatan, terlihat perkembangan yang sangat positif, dimana kondisi kehidupan masyarakat Minahasa makin kondusif, aman dan damai. Sejak tahun 2015 Bupati Minahasa telah memberikan himbauan kepada seluruh jajaran dari Kabupaten sampai Desa dan kelurahan untuk menjadi contoh dan teladan dengan tidak menyediakan minuman beralkohol dalam berbagai acara keramaian maupun Pengucapan syukur maupun Natal. Disamping itu, dengan bantuan Polda Sulawesi Utara juga telah ditetapkan Desa percontohan bebas Miras di Minahasa. Kondisi yang kondusif ini pula yang mendorong munculnya berbagai invenstasi di Minahasa baik Restoran, Pertokoan, Waralaba serta berbagai aktifitas ekonomi. Disamping itu, kondisi Minahasa yang makin baik sehingga Pemerintah Pusat mempercayakan Kabupaten Minahasa sebagai tuan rumah pelaksanaan Natal Nasional tahun 2016 yang dihadiri langsung Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Djoko Widodo beserta para menteri dan pejabat pusat lainnya. Momentum religius ini sukses digelar di Minahasa, sehingga Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE menetapkan Minahasa sebagai tuan rumah pelaksanaan Paskah Nasional yang akan dihadiri pula oleh delegasi dari beberapa Negara tetangga.
Perkembangan positif ini telah ikut mendorong perkembangan ekonomi makro Kabupaten Minahasa yang ditandai dengan angka pertumbuhan ekonomi tahun 2015 telah mencapai 6,17 %, PDRB atas harga berlaku mencapai 12.030.503.2,0.
Perkembangan positif selama empat tahun kepemimpinan Bupati dan wakil Bupati Minahasa telah memperoleh berbagai penghargaan antara lain Dana Insentif Daerah selama 2 tahun, Penghargaan Swasti Saba dari Menteri Kesehatan, Sertifikat Wahanan Tata Nugraha dari Menteri Perhubungan, Sertifikasi Cengkih Minahasa dari Kementerian Hukum dan Ham, Juara 1 Lomba Desa Tingkat Nasional regional 3 oleh Desa Kanonang 2, Juara 1 Kabupaten Kota Bidang Akuntabilitas dari Kepala BNPB Nasional, Jamkesda Award, Adikarya Pangan Nusantara dari Menteri Pertanian serta berbagai penghargaan lainnya.