Tondano, Fajarmanado.com – Ketua Umum PAMI Perjuangan Noldy Pratasis mengaku kesal dengan sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa yang membukukan hutang pembayaran rekening listrik PLN sampai Rp 8,1 miliar.
“Sebagai kepala pemerintah, Bupati Jantje Wowiling Sajow harus menjadi pelopor dan panutan bagi siapa saja untuk taat pajak dan retribusi,” katanya kepada Fajarmanado.com, Senin (10/04) petang tadi.
Pratasis mengatakan, terkuaknya hutang rekening listrik Pemkab Minahasa tersebut, menjadi preseden buruk bagi citra pemerintahan Bupati JWS di mata masyarakat. Bahkan, bisa menjadi pengganjal pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tengah membangkitkan kesadaran masyarakat membayar kewajiban kepada negara dan daerah.
“Ini tidak patut ditunjukkan Pemkab Minahasa. Bagaimana masyarakat Minahasa akan patuh membayar kewajibannya kalau pemerintah sendiri berusaha menghindar atau mengulur membayar kewajibannya dengan dalih-dalih tertentu,” ketus aktivis yang dinilai vokal ini.
Pratasis mensinyalir, Bupati JWS sengaja mengulur pembayaran tunggakkan rekening lampu jalan agar dana Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terkumpul selama ini bisa digunakan untuk program-program populis menghadapi Pilkada 2018 Minahasa.
“Sebenarnya kan, Pemkab bisa menyisihkan sebagian PAD untuk membayar selisih lebih tagihan rekening lampu jalan setiap tahun, termasuk dari PAD 2016 dan 2017. Kenapa nanti dianggarkan pada APBD 2018 di saat JWS sudah tidak lagi Bupati Minahasa, terhitung mulai 17 Maret 2018,” ujarnya melalui jaringan telepon selular.
Di sisi lain, Pratasis juga mendesak manajemen PLN Cabang Manado supaya bersikap tegas dalam menegakkan aturan yang dibuatnya sendiri. “Jangan tebang pilih dong. Kalau pelanggan perorangan atau masyarakat, PLN bersikap tegas kenapa kepada Pemkab Minahasa tidak. Ada apa ini,” tuturnya.
Karena itulah, ia menantang PLN untuk memberlakukan pula sikap tegas dengan memutus jaringan lampu penerangan jalan di Minahasa. “Biarlah Pemkab yang bertanggung jawab atau berhadapan dengan masyarakat. Jangan Pemkab hanya seenaknya saja membangun pencitraan dengan mengorbankan pihak lain,’ tegas Pratasis.
Menanggapi hal ini, Manajer PLN Area manado Paultje Mangundap menegaskan, pihaknya tidak akan bersikap tebang pilih mehadapi penunggak rekening listrik. “Saya sudah katakan, kami akan segera melakukan pemutusan jaringan setelah perayaan Paskah nanti,” ungkapnya sambil menantang Fajarmanado.com untuk ikut menyaksikan.
“Target awal kami mulai dari Sonder, Kawangkoan sampai Langowan,” sambungnya.
(ely)