Kawangkoan, Fajarmanado.com – SMP Nasional Kawangkoan, Minahasa, Sulawesi Utara kini mulai bangkit kembali.
Ibarat mati suri selang sekitar tiga dekade, terutama di tengah pemberlakukan sistim pendidikan nasional, kini sekolah menengah yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Nasional ini mulai menunjukkan kembali eksistensinya.
Seiring pembenahan maupun peningkatan sarana dan prasarana pembelajaran yang dibarengi penyediaan kwalitas tenaga kependidikan, para alumni sekolah yang dikenal unggul di era tahun 1970-an sampai akhir dekade 1980 ini, pun ikut menggebrak.
Dalam dua tahun terakhir, para alumni menggagas kepedulian bersama dan memberikan stimulus sebesar Rp.500 ribu kepada para siswa baru.
Program peduli pendidikan yang dimotori Ir. Nico Mewengkang, yang juga Sekretaris Unit Pelayanan Pendidikan (UPP) KGPM Sentrum Kawangkoan, ini pun berlanjut pada tahun pembelajaran 2021-2022. Tak hanya mendapat bantuan Rp.500 ribu, setiap siswa baru pun dipastikan akan memperoleh bantuan seragam sekolah dari para alumni.
Bantuan yang digagas Desmond Waney, alumni angkatan tahun 1974 ini akan diserahkan secara resmi pada Sabtu, 3 Juli 2021, besok.
Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Nasional Kawangkoan, Glady Tuwo, SPd mengatakan, seragam sekolah gratis bantuan Desmond Waney dkk tersebut berjumlah 20 paket, seperti halnya jumlah stimulus pendidikan yang diberikan alumni.
“Penyerahan seragam sekolah bagi 20 calon siswa baru yang telah terdaftar oleh Alumni angkatan ’74 akan dilaksanakan jam 10 pagi, besok. Acara diundang ikut dihadiri para orang tua dana atau wali calon siswa,” jelasnya.
Sedangkan penyerahan bantuan stimulus dana pendidikan oleh alumni, kata Tuwo, akan dikemas tersendiri.
“Direncanakan akan dilakukan pada minggu ke 2 atau ke 3 bulan Juli, pada saat pembelajaran tahun ajaran 2021/2022 dimulai,” ujarnya.
“Untuk waktu dan tempat, kami pihak sekolah akan menyesuaikan dengan waktu Bapak ibu Alumni,” sambung pria yang karib disapa Glady ini.
Gerakkan peduli SMP Nasional Kawangkoan terus berlanjut secara masif sejak tahun 2020. Tak hanya stimulus pendidikan bagi siswa baru, berbagai pengadaan sarana dan prasarana ikut pula dilakukan oleh para alumni serta warga KGPM.
Di antaranya, pengadaan air bersih melalui sumur bor, bantuan komputer, laptop, printer dan proyektor serta pengadaan ruang multy media, Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dan laboratorium bahasa Inggris.
Ruang multy media plus bernilai Rp.30 juta tersebut disumbangkan oleh legislator Indonesia, Vanda Sarundajang, SS pada 10 Juni 2021.
Atas gebrakan alumni dan warga KGPM tersebut, SMP Nasional Kawangkoan mulai diminati kembali generasi muda bangsa.
“Target awal kami sejak tahun lalu, saat ini sudah tercapai. Yaitu, 20 siswa baru,” kata Glady.
Di bawah tahun pembelajaran 2020/2021, SMP Nasional Kawangkoan nyaris tak diminati siswa-siswa lulusan SD. Yang mendaftar rata-rata di bawah 10 siswa.
“Dengan bertambahnya siswa yang mendaftar, didukung prasaranan yang ada, tentu menjadi tantangan kami dewan guru untuk menelorkan lulusan yang berkualitas,” ucap Glady.
Penulis: Maxi Heru