Airmadidi,Fajarmanado.com – Ketua Komisi II DPRD Minahasa Utara Stendy Rondonuwu bersama dinas Kominfo, Selasa (6/12), turun lapangan untuk melihat langsung kondisi Tower milik salah satu provider di desa Matungkas yang dikabarkan beton penyanggahnya sudah retak dan dikhawatirkan dapat mencelakakan masyarakat sekitar.
Berdasarkan hasil peninjauan dilapangan, Stendy Rondonuwu menyampaikan bahwa kondisi Tower yang diketahui milik Indosat ini, kondisi pondasi penahan Towernya sudah retak sehingga butuh penanganan khusus dari pihak provider. Untuk itu pihaknya akan mengundang pemilik Tower untuk dimintai penjelasan terkait teknis konstruksi tower saat ini.
“Kami akan segera memanggil pemilik Tower bersama pemerintah desa dan masyarakat sekitar untuk mendengarkan langsung penjelasan secara teknis tentang kondisi tower saat ini. Memang ini harus diseriusi untuk mengantisipasi terjadinya musibah yang akan berdampak pada masyarakat sekitaran tower, terlebih khusus anak sekolah karena tower tersebut tepat berdiri dibelakang sekolah.”terang Rondonuwu, yang didampingi camat Dimembe Ansye Dengah dan Pemerintah desa Matungkas.
Politisi partai demokrat ini juga sempat mempertanyakan sikap perusahaan yang tidak memberikan kontribusi berupa kepada masyarakat yang masuk radius atau yang berdomisili di lingkaran tower. Hal ini juga akan menjadi bahan pembahasan bersama pihak perusahaan saat hearing nanti, sebabsepengetahuannya harus ada kompensasi dari pihak perusahaan kepada masyarakat sekitar karena tower tersebut berdiri persis ditengah pemukiman warga.
“Setahu saya disaat akan dibangun tower, warga sekitar yang masuk radius akan diberikan kompensasi. Tak hanya itu, pihak perusahaan juga harus memberikan jaminan kepada masyarakat apabila terjadi resiko atau musibah yang ditimbulkan terkait keberadaan tower tersebut.”tegasnya.
Sementara itu, kepala bidang pengelolaan dan saluran komunikasi publik dinas Kominfo Agus Dondokambey yang turut dalam peninjauan lapangan tersebut mengatakan, pihak Kominfo sudah menghubungi pihak provider terkait kondisi tower tersebut sejak 3 bulan lalu, namun pihak perusahaan hanya mengiyakan tapi tidak pernah ditindaklanjuti hingga saat ini.
“Kami sudah menghubungi pihak perusahaan. Jawabannya akan ditindak lanjuti, tapi sampai saat ini kondisi tower yang pondasinya sudah retak tidak pernah diperbaiki. Terkait hal ini, kami juga akan meminta klarifikasi kepihak provider terkait kondisi tower ini sesuai dengan Tupoksi dinas Kominfo.”ujar Dondokambey.
Berdasarkan pernyataan dari warga sekitar, keberadaan tower ini sangat meresahkan dan membuat warga tidak nyaman, terutama disaat malam hari. Anderta Lembo warga setempat mengaku resah dan tidak bisa tidur lelap disaat malam karena takut tower tersebut roboh, apalagi saat ini cuaca ekstrim tingginya curah hujan disertai angin.
“Jujur kami takut, apalagi disaat hujan dan angin dimalam hari, kami tidak bisa tidur lelap. Selain itu disamping tower ada sekolah yang dikhawatirkan akan mencelakakan para siswa apabila terjadi sesuatu dengan tower tersebut disaat jam belajar.”lugas Lembo
Terkait hal ini, ia meminta kepada DPRD bersama instansi terkait agar menseriusi persoalan ini guna mengantisipasi terjadinya musibah kepada warga sekitar terlebih khusus siswa yang sedang menuntut ilmu disekolah yang berada persis disamping tower.(Joel)