FajarManado.News, Bitung, – Sebuah insiden kecelakaan maut antara kendaraan Avanza dan truk kontainer terjadi di tengah kesunyian malam di depan SPBU Watudambo,, namun seorang jurnalis, Dave, bertepatan melintas dan menjadi saksi bisu, pelapor, dan penyelamat lalu lintas selama berjam-jam efek antrian BBM tanpa adanya penjagaan petugas kepolisian.
Pukul 02.00 WITA, SPBU Watudambo menjadi saksi kekacauan total. Tidak ada aparat kepolisian atau Lantas yang berjaga di lokasi tersebut, padahal kemacetan parah akibat antrean solar telah mengular sejak lama.
Kondisi semakin tak terkendali ketika sebuah truk kontainer melaju dari arah Bitung menuju Manado bersinggungan keras dengan mobil Avanza yang datang dari arah berlawanan.
Kronologi & Masalah Utama:
Berdasarkan fakta, saat kejadian, lokasi kecelakaan benar-benar kosong dari penjagaan aparat. Kekacauan lalu lintas di tengah malam yang minim penerangan ini berpotensi memicu kecelakaan susulan yang lebih besar.
Gambar yang diperoleh menunjukkan kendaraan Avanza mengalami ringsek parah di bagian depan, mengonfirmasi benturan keras dan posisi mobil yang menghalangi jalan di samping SPBU.
Inisiatif Dave:
Untungnya, Dave, jurnalis Media Mabes Polri, sedang melewati jalur tersebut dalam perjalanan pulang dari tugas. Melihat situasi yang tak terorganisir dan berpotensi bahaya bagi masyarakat, Dave tidak hanya mendokumentasikan kejadian, melainkan langsung mengambil inisiatif kemanusiaan untuk turun tangan.
“Saat saya sampai, kekacauan total. Tidak ada polisi satu pun. Mobil Avanza ringsek berat menghalangi jalan (seperti terlihat di gambar), dan truk-truk solar yang mengantre semakin memperparah situasi. Saya harus mengambil isyarat senter dan turun ke jalan. Saya rasa sebagai jurnalis saya punya tugas, tapi sebagai manusia di tengah kondisi darurat ini, saya harus membantu mencegah kekacauan yang lebih besar,” kata Dave dalam keterangannya.
Koordinasi & Respons:
Dengan sigap, Dave langsung menghubungi layanan darurat kepolisian di 110 tepat pada pukul 02.00 WITA untuk melaporkan kecelakaan dan meminta bantuan personel. Sambil menunggu kedatangan polisi, Dave sendirian mengatur arus kendaraan di tengah malam selama kurang lebih dua jam penuh (dari pukul 02.00 hingga 04.00 WITA).
Berkat kegigihannya mengatur lantas dan melakukan koordinasi, personel Satlantas Polres Minut akhirnya tiba di lokasi kejadian pada pukul 04.00 WITA.
Selama waktu tunggu tersebut, Dave telah memastikan jalan kembali terbuka dan situasi lalu lintas lebih terkendali.
Setelah polisi tiba, Dave akhirnya dapat melanjutkan tugas jurnalistiknya. “Saya hanya melakukan apa yang perlu dilakukan. Yang penting korban dapat penanganan dan jalan terbuka kembali,” pungkasnya.
Tindakan sukarela dan responsif dari seorang wartawan seperti Dave ini adalah bukti kepedulian di luar batas profesi yang patut diapresiasi oleh publik dan institusi terkait.
Pihak Satlantas Polres Minut diharapkan dapat menindaklanjuti insiden ini dengan cepat dan memastikan pengamanan yang lebih baik di jalur-jalur rawan seperti SPBU Watudambo.
(Lukhy)