Wow! Kawangkoan Ba Ombong Terus Dijubeli Pengunjung Gegara Ini

FajarManado.News, Kawangkoan — Kawasan kuliner Kawangkoan Ba Ombong di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) terus dijubeli pengunjung.

Ratusan penikmat aneka kuliner tak henti berdatangan dan menyemut di  kawasan kuliner khusus malam hari, di area pusat Kecamatan Kawangkoan, yang dikenal dengan kota kacang sangrai, biapong dan ragey tersebut.

Apalagi belakangan ini telah muncul beragam wahana bermain anak-anak, seperti odong-odong, memancing, dan menggambar.

Bahkan, tak jarang dimeriahkan berbagai atraksi seni, budaya maupun penginjilan.

Selain itu, letak Kawangkoan, kota kecil di Minahasa ini, ikut menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung.

Berada di bagian tengah tanah Toar Lumimuut, Kota kecil di Minahasa ini, memang sejak tempoe doeloe dikenal sebagai wilayah transit utama di daerah Nyiur Melambai.

Kendati jalan Trans Sulawesi, Manado–Amurang–Kotamobagu–Gorontalo (AKD) sudah dibuka pada awal dekade tahun 1990-an, namun predikat kota transit masih lekat dengan Kawangkoan.

Dilintasi jalan nasional dan jalan provinsi yang menghubungkan Kawangkoan dengan Kabupaten Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Kota Tomohon dan Ibu Kota Kabupaten Minahasa, Tondano, Kawangkoan Ba Ombong terus ramai disinggahi masyarakat sejak resmi dibuka pada awal bulan Februari 2026 lalu.

“Pengunjung di sini, bukan hanya orang Kawangkoan dan kecamatan sekitar, tetapi juga banyak dari daerah-daerah lain,” komentar Drs Eddy Ruata, Direktur Bumdesma Esa Waya Kawangkoan, badan usaha pengelola Kawangkoan Ba Ombong ini.

Bumdesma Esa Waya Kawangkoan resmi dibentuk sekaligus memiliki pengurus melalui forum Musyawarah Antardesa (MAD) pada 18 Desember 2023.

Namun begitu, badan usaha milik 4 desa dan 6 kelurahan se Kecamatan Kawangkoan ini baru bisa beroperasi awal tahun 2026 setelah pengurus yang resmi dilantik Camat Kawangkoan, Stenly David Umboh, STTP, MAP pada 10 November 2025.

Bumdesma sendiri merupakan  transformasi dari Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Dana PNPM sesuai PP Nomor 11 Tahun 2021 dan Permendes PDTT Nomor 3 Tahun 2021.

Selain mengelola dana Eks PMPM, Bumdesma diberi ruang untuk membuka usaha lain, termasuk bermitra dengan pihak ketiga.

Karena itulah, selain mengelola dana eks PNPM sebagai pinjaman ke pelaku usaha mikro kecil, Bumdesma Esa Waya juga mengelola Kawangkoan Ba Ombong dan menjual paket kebutuhan duka, seperti peti jenazah, dekorasi dan karangan bunga bekerjasama dengan pihak ketiga.

Keamanan ikut Jadi Magnit 

Keterangan yang dirangkum dari berbagai pengunjung selama ini senada menyampaikan bahwa keamanan yang kondusif menjadi pertimbangan utama masyarakat dari berbagai tempat berkunjung dan menikmati kuliner di Kawangkoan Ba Ombong.

“Salahsatu faktor utama yang mendukung adalah keamanan dan ketertiban Kawangkoan yang terus terjaga kondusif selama ini,” komentar Jeffrey Sorongan, aktivis LSM PAMI Perjuangan, Minggu, 6 September 2026.

Untuk itu, pria yang tinggal menetap di Kota Manado ini menyarankan agar baik pelaku usaha mikro kecil dan masyarakat setempat maupun pengunjung agar bahu membahu menjaga kamtibmas secara swakarsa.

“Keamanan dan ketertiban menjadi kunci utama setiap usaha agar bisa langgeng, makanya harus dijaga,” tandasnya.

Tak kurang 60 pelaku usaha mikro kecil membuka booth di jalan 17 Agustus dan pelataran terminal Kawangkoan, area Kawangkoan Ba Ombong saat ini.

Tak hanya berasal dari 3 kecamatan Kawangkoan raya, tetapi juga banyak yang berdomisili di kecamatan-kecamatan sekitar lainnya.

[ rama/heru ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *