Sulut  

Astaga! Hasil Lab Patologi Anatomi RSUP Kandou Butuh 1 Bulan, Warga: Celaka Kalau Kanker Ganas

FajarManado.News, Manado — Pelayanan medis RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Sulawesi Utara kembali mendapat sorotan publik. Kali ini, sevice yang diberikan unit pelayanan Laporatorium Patologi Anatomi.

Pasalnya, hasil pemeriksaan sampel jaringan, sel atau caira tubuh yang melalui mikroskop dikabarkan baru bisa diketahui satu bulan kemudian.

“Catat saja nomor WA (WhatsApp) di depan, cek hasilnya satu bulan dari skarang, ne,” ujar pegawai Laboratorium (Lab) Patologi Anatomi RSUP Prof Dr RD Kandou, Jumat, 28 Agustus 2028.

Ucapan yang sama, juga disampaikan kepada keluarga pasien yang membawa sampel yang sama dan sejenis.

“Kiapa lama, bu,” tanya salahsatu keluarga pasien. “Memang begitu,” jawab wanita itu sambil duduk di belakang meja yang dibatasi sekat kaca transparan.

“Wah… lama skali. Celaka kalau hasil pemeriksaannya kanker ganas,” sambung pria keluarga pasien lainnya. Wanita itu pun hanya terpaku menatap, diam.

Menurut keluarga pasien, hasil tes Lab Patologi Anatomi umumnya hanya butuh waktu paling lama 2 minggu. Bahkan bisa hanya 3 sampai 7 hari kerja, tergantung dari tingkat kerumitan sampel.

Selain bisa berdampak buruk pada penanganan kesehatan pasien selanjutnya, kelamanan hasil pemeriksaan laboratorium tersebut, juga berdampak pada pembengkakan biaya yang harus dikeluarkan oleh pasien dan atau keluarganya.

“Kalau orang Manado dan sekitar, mungkin tidak butuh biaya tambahan yang besar, tapi mereka yang dari luar daerah, pasti besar sekali, karena kebanyakan sewa kos di sekitar sini,” tuturnya.

Menanggapi hal ini, sejumlah pegawai dan paramedis setempat mengakui jika prasarana dan tenaga Lab Patologi Anatomi rumah sakit rujukan Indonesia Timur ini perlu ditambah karena tak berbanding lurus dengan tingkat kunjungan pasien yang membutuhkan pemeriksaan jaringan dalam tubuh.

Pengamatan FajarManado.News, pasien yang menjalani pemeriksaan di Pusat Endoskopi Saluran Cernak Devisi Gastroenterologi Hepatologi, misalnya, ternyata mencapai belasan orang setiap hari.

Dengan begitu, maka alangkah baiknya kalau manajemen rumah sakit ini menambah fasilitas Lab Patologi Anatomi agar hasil pemeriksaannya bisa lebih cepat.

Lap Patologi Anatomi pada prinsipnya hadir untuk menentukan secara pasti hasil pemeriksaan jaringan, apakah ada suatu kelainan atau benjolan bersifat jinak, ganas atau kanker, atau pun disebabkan oleh infeksi.

Hasil pemeriksaan di bawah mikroskop itulah yang menjadi acuan penting bagi dokter penanggung jawab pasien untuk memutuskan langkah pengobatan selanjutnya, seperti operasi, kemoterapi, atau radiasi.

[ heru ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *