FajarManado.News, Jakarta — Terobosan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia Sulawesi Utara (PWI Sulut) 2026–2031 berbuah manis. Penantian panjang kepastian keanggotaan ratusan anggota akhirnya terjawab.
Setelah melakukan serangkaian lobi, Pengurus PWI Pusat menerbitkan 103 Kartu Tanda Anggota (KTA) yang prosesnya mengatung sejak kepengurusan lama dan memberikan kabar baik bagi wartawan senior dan lainnya.
Ke 103 KTA dari wartawan yang bernaung di bawah PWI Sulut itu, diserahkan oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir kepada Ketua PWI Sulut, Sintya Bojoh di Kantor PWI, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.
Saat menyerahkan, Akhmad Munir didampingi Sekretaris Jendral PWI Pusat Marthen Selamet Susanto. Sementara Sintya ditemani Sekretaris Ardison Kalumata dan Bendahara Deibby Malongkade.
”(KTA) ini nantinya sangat dibutuhkan oleh para anggota sebagai identitas anggota PWI. Dan juga sangat penting terutama dalam konferensi,” kata Ketum PWI Pusat.
Pasalnya, d Sulut sendiri masih ada 6 kabupaten yang dalam waktu dekat akan menggelar konferensi memilih pengurus baru.
Kabar Gembira
Dalam perbincangan khusus sebelum penyerahan KTA, muncul kabar gembira bagi para anggota PWI, terutama para wartawan senior.
Dalam peraturan organisasi, telah diputuskan bahwa wartawan pernah memiliki KTA Biasa sebelum tahun 2012 yang susah tidak berlaku, bisa diaktifkan kembali walaupun belum atau tidak pernah ikut Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Begitu pun dengan yang sudah pernah mengantongi KTA Biasa setelah tahun 2012 yang saat ini telah habis masa berlaku tapi sudah UKW, juga akan diaktifkan kembali.
Sementara mereka yang belum ikut UKW dan memiliki KTA Biasa sesudah tahun 2012 yang tidak aktif atau masa berlakunya sudah kedaluarsa, harus mulai dari KTA Muda.
”Yang sudah ikut UKW tapi sudah habis masa aktif, kami memberikan diskresi dan boleh diaktifkab kembali,” kata Akhmad Munir.
Ia menegaskan bahwa pengaktifan KTA-KTA yang sudah habis masa berlaku diberikan kesempatan untuk diproses hingga Desember 2026.
Sementara itu, Ketua PWI Sulut Sintya Bojoh menghimbau para wartawan di daerah Nyiur Melambai dapat memanfaatkan peluang ini.
“Kami segera menyampaikan hal ini kepada semua pengurus di kabupaten dan kota mengingat waktu pengaktifan kembali keangotaan ini hanya sampai akhir tahun 2026 ini,” ujar perempuan pertama Ketua PWI Sulut ini.
[heru]