FajarManado.News, Manado – Gubernur Sulawesi Utara, Mayor Jenderal (Purn) Yulius Selvanus, bertindak selaku Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar dengan khidmat.
Upacara kebesaran ini dihadiri oleh pejabat utama Polda Sulawesi Utara, Pejabat Tinggi Pratama Pemerintah Provinsi Sulut, pemimpin instansi vertikal, perwakilan dunia perbankan, perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh peserta upacara.
Dalam amanat Presiden Republik Indonesia yang dibacakan, disampaikan ucapan selamat dan rasa bangga kepada seluruh keluarga besar Polri di mana saja bertugas. Negara juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya serta terima kasih mendalam atas kerja keras, pengabdian, dan pengorbanan yang terus ditunjukkan dalam menjaga stabilitas keamanan dalam negeri secara profesional dan tanpa mengenal lelah.
Tema peringatan tahun 2026 yakni “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, mengandung makna bahwa sepanjang perjalanan sejarahnya, seluruh tugas dan langkah Kepolisian Negara Republik Indonesia selalu bermuara pada satu tujuan luhur: memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat. Hal ini berarti setiap tindakan Polri diarahkan untuk melindungi, mengayomi, dan melayani segenap lapisan masyarakat.
Pengabdian yang nyata tersebut hanya dapat terwujud apabila setiap jajaran mampu mencerminkan kesigapan, ketegasan, dan profesionalisme tinggi. Fokus utama pelayanan harus bersifat responsif dan berorientasi pada manfaat yang langsung dirasakan warga. “Apabila masyarakat sungguh merasakan kehadiran dan manfaat pengabdian Polri, barulah institusi ini dinilai telah berhasil melaksanakan amanat undang-undang,” tegas isi amanat.
Di hadapan para undangan, juga disampaikan kesadaran bahwa Indonesia sebagai bagian dari komunitas dunia tidak terlepas dari dampak dinamika geopolitik global. Situasi saat ini diwarnai persaingan kekuatan besar, ketegangan internasional, kejahatan lintas negara, hingga ketidakpastian ekonomi yang diperparah oleh konflik bersenjata. Kondisi ini menuntut kesiapan dan peningkatan kemampuan Polri—termasuk penguatan keamanan siber serta dukungan terhadap misi perdamaian dunia.
Tantangan makin berat seiring evolusi pola kejahatan yang makin canggih berkat kemajuan teknologi informasi, serta tingginya harapan publik. Oleh karena itu, Polri tidak boleh lagi bekerja secara sekadar reaktif, melainkan harus bertransformasi menjadi lembaga yang prediktif dan adaptif: mampu membaca arah perubahan, menyesuaikan strategi, dan merespon tuntutan zaman dengan cepat dan tepat.
Selain menjaga keamanan dan ketertiban, keberhasilan pelaksanaan program prioritas pemerintah juga sangat bergantung pada peran pengawalan Polri. Disebutkan dukungan nyata telah diberikan antara lain untuk program Makan Bergizi Gratis, melalui pembangunan Satuan Pelayanan Gizi sebanyak 1.179 unit dari target nasional 1.500 unit. Demikian pula dukungan terhadap pencapaian swasembada pangan, yang salah satunya diwujudkan lewat optimalisasi lahan tanam jagung seluas lebih dari 651.195 hektar—langkah yang terbukti berhasil mendorong peningkatan produksi pangan nasional.
Upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Sulawesi Utara berlangsung tertib dan penuh semangat pengabdian, sekaligus menjadi momen penguatan tekad seluruh elemen untuk terus bersinergi demi keamanan, ketenteraman, dan kemajuan daerah serta negara.
(Alex)