FajarManado.News, Kawangkoan Utara — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, menghadiri Sidang Raya (SR) KGPM XXXV di Kiawa Resort, Kawangkoan Utara, Kabupaten Minahasa, Selasa, 30 Juni 2026.
Kehadiran Gubernur Yulius Selvanus pada hari ke dua SR KGPM ke 35 ini menjadi wujud konkrit dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut terhadap hajatan relegi lima tahunan KGPM ini.
Gubernur terpaksa absen pada acara pembukaan pada Senin sore, 29 Juni 2026, kemarin karena saat bersamaan mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan kerja di Likupang.
Tampil di hadapan ribuan peserta, Gubernur Yulius menyampaikan pemikiran mengenai tema SR KGPM ke 35, yakni “Gereja dan Kebangsaan di tengah polikrisis global”.
Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini sehingga mengajak seluruh peserta untuk memahami bahwa kehidupan gereja tidak pernah terpisah dari kehidupan bangsa.
“Gereja bukan hanya hadir di dalam gedung ibadah, tetapi juga hadir di tengah dinamika masyarakat, menjawab tantangan zaman, serta menjadi terang dan garam bagi dunia,” ujarnya.
Menurut Yulius beberapa tahun terakhir dunia menghadapi situasi yang oleh banyak ahli disebut sebagai polikrisis global. Yakni kondisi di mana berbagai krisis terjadi secara bersamaan, saling berkaitan, dan saling memperkuat sehingga memberikan dampak yang luas terhadap kehidupan masyarakat.
Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, Gubernur Yulius menegaskan bahwa Pemprov Sulut memandang gereja sebagai mitra strategis dalam pembangunan.
Dikatakan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga diperlukan kolaborasi seluruh komponen masyarakat untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Gereja memiliki peran yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, membangun kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, mendukung pemberdayaan ekonomi keluarga dan UMKM, menjaga kelestarian lingkungan hidup hingga memperkuat kehidupan sosial yang rukun dan damai,” paparnya.
Gubernur meyakini sinergi antara pemerintah dan gereja akan menghasilkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membentuk masyarakat yang berkarakter, bermoral, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Saya percaya, apabila pemerintah dan gereja berjalan bersama, maka pembangunan yang kita lakukan tidak hanya menghasilkan kemajuan secara ekonomi, tetapi juga melahirkan masyarakat yang berkarakter, bermoral, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur Yulius juga menyampaikan harapan kepada seluruh keluarga besar KGPM agar Sidang Raya ke 35 ini dapat menjadi momentum untuk merumuskan langkah-langkah pelayanan yang semakin relevan dengan kebutuhan zaman.
Gubernur Yulius juga mengajak KGPM untuk terus menjadi gereja yang setia pada Firman Tuhan sekaligus peka terhadap berbagai persoalan masyarakat.
KGPM diharapkan terus hadir bagi mereka yang lemah, memberi harapan kepada yang putus asa, memperjuangkan keadilan, serta terus menjadi mitra pemerintah dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan membangun Sulut yang semakin maju, sejahtera dan berdaya saing.
[**heru]