Duet Top Pimpinan APDESI Sulut Masih Perkasa di Pilhut 2026, Petahana Lain Tumbang

FajarManado.News, Kawangkoan — Pesta demokrasi skala desa di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) diwarnai banyak kejutan.

Sederetan calon petahana tak terelakkan bertumbangan pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Minahasa pada Rabu, 17 Juni 2027.

Beda dengan duet top pimpinan DPD Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Sulut, yang juga petahana.

Duet Ketua DPD APDESI Sulut, Luki GJ Kasenda, SE, SCL, MSi dan Sekretaris Wanly BF Lempoy, AMd.Ak, ternyata masih perkasa di desa masing-masing.

Bahkan, hasil perhitungan suara pada Rabu siang, kemarin, Luki dan Wanly menang telak dari rival-rival mereka.

Luki unggul pada pemilihan hukum tua (Pilhut) –sebutan khas Pilkades di Minahasa– di Desa Kanonang Satu, Kecamatan Kawangkoan Barat.

Pria familiar dan smart yang juga Ketua Departemen Bidang Ekonomi, Koperasi, UMKM, KDMP, Bumdes dan Pariwisata DPP APDESI periode 2026–2031 ini,Ā meraih 344 suara pemilih sah. Terpaut 100 suara dengan rivalnya, Maykel Sondakh yang memperoleh 244 suara.

Kian perkasa lagi, ditorehkan Wanly Lempoy di Desa Pinabetengan Selatan, Kecamatan Tompaso Barat, selisih 200 suara dengan lawan satu-satunya, Mega Momongan.

Dari 721 suara sah, Wanly meraup 480 suara, sementara saingannya, Mega hanya memperoleh 240 suara.

Kemenangan Luki dan Wanly dalam Pilhut serentak 2026 ini, dinilai sebagai penghargaan masyarakat atas dedikasi dan kerja keras mereka selama satu periode memimpin desanya.

Kepercayaan masyarakat kepada Luki dan Wanly untuk melanjutkan tugas memimpin pemerintahan, administrasi pembangunan dan kemasyarakatan di desa, juga tak terlepas dari kemampuan lobi mereka ke pemerintah daerah dan pusat selama ini.

Dengan mengemban jabatan pengurus DPD APDESI Sulut, DPD Desa Bersati Sulut, bahkan DPP APDESI, Luki dan Wanly dipandang memiliki jalur lobi khusus ke pemda dan pemerintah pusat.

Dihubungi terpisah, Luki dan Wanly senada menyatakan puji syukur kepada Tuhan karena masih dipercayakan melalui masyarakat untuk memimpin desa mereka masing-masing.

Selain itu, mereka juga senada mengajak masyarakat untuk bersama-sama kembali merajut persatuan dan kebersamaan untukĀ  membangun desa yang lebih maju.

“Pesta sudah usai, mari kita bersatu kembali dan bersama-sama membangun desa agar masyarakat lebih sejahtera dan bahagia,” demikian Luki dan Wanly secara terpisah, Kamis, 18 Juni 2026.

Soal jabatan di APDESI dan Desa Bersatu, Luki mengatakan menjadi bagian dari upaya memperjuangkan kebutuhan pemerintahan desa dan kesejahteraan masyarakat desa di daerah Nyiur Melambai ini.

“Ya, tentu untuk kepentingan desa,” pungkas Luki, yang juga Sekretaris DPD Desa Bersatu Sulut ini.

Sementara, ada beberapa petahana yang dikabarkan tumbang dan gagal melanjutkan kepemimpinan mereka untuk 8 tahun ke depan. Antara lain, di Desa Tombasian Bawah, Kawangkoan Barat dan Desa Talikuran, Kecamatan Sonder.

[heru]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *