FajarManado.News, Jakarta — Beberapa jam pasca penggantian tiga pimpinan Bada Gizi Nasional (BGN) pada Selasa malam, 2 Juni 2026, Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan di kantor pusat lembaga pelaksana Makan Bergizi Gratis (MBG) ini.
Penggeledahan terhadap Kantor Badan BGN di Jakarta Pusat itu dilaksanakan Kejagung pada Rabu pagi tadi.
Plh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Mochamad Jeffry membenarkan penggeledahan di kantor yang berlokasi di Kebun Sirih, Jakarta Pusat tersebut.
“Penyidik Pidsus Kejaksaan Agung benar geledah di Kantor BGN,” kata Jeffry saat dikonfirmasi wartawan, Rabu tadi.
Namun begitu, Jeffry belum mengungkap secara rinci terkait barang bukti apa saja yang dicari dan disita, termasuk kasus yang membuat penyidik melakukan penggeledahan.
Di sisi lain, sumber tepercaya di Kejagung menyebutkan bahwa penggeledahan itu terkait dugaan perkara jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG.
Praktik jual beli titik Dapur MBG tersebut diduga melibatkan sejumlah oknum petinggi BGN.
Meski begitu, Kejagung masih bersihkeras menutup rapat informasi terkait penggeledahan dan perkara di BGN itu. Namun, Kejagung menyatakan akan memberikan keterangan resmi mengenai detail kasus dan penggeledahan kantor BGN tersebut pada hari ini juga.
Terpantau, Kantor BGN tampak steril dari orang luar. Pagar masuk kantornya ditutup rapat sejak pagi tadi. Para pegawai terlihat hanya berada di area lobi.
Seperti diberitakan, tiga top pimpinan BGN resmi dicopot dan diganti Presiden Prabowo Subianto gegara berbagai persoalan, termasuk kualitas makanan pada Selasa malam, 2 Juni 2026.
Mereka yang dicopot adalah Kepala BGN Dadan Hindayana, Wakil Ketua BGN Lodewyk Pusung, dan Wakil Ketua BGN Sony Sanjaya.
Dadan Hindayana diganti Nanik S Deyang, yang sebelumnya salahsatu Wakil Kepala BGN.
Sedangkan posisi Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya diisi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, penggantian tiga top pimpinan BGN ini bukan tidak punya alasan.
Prasetyo menyebutkan ada beberapa temuan yang menjadi catatan Presiden Prabowo Subianto berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam BGN selama sekira 1,5 tahun beroperasi.
“Selama 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang itu menjadi dasar pertimbangan oleh presiden untuk melakukan pergantian ini,” kata Prasetyo, di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa malam, 2 Juni 2026.
Prasetyo menyebutkan, pergantian pimpinan BGN ini dilandasi oleh hasil evaluasi dari kementerian terkait maupun masyarakat mengenai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
“Bapak Presiden terus mendengarkan dan mendapatkan masukan dari berbagai pihak, baik dari kementerian-kementerian terkait, maupun dari masyarakat, termasuk dari para penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional,” katanya.
Beberapa catatan yang dimaksud, menurut dia, seperti persoalan kedisplinan dalam menjalankan Standar Operasi Prosedur (SOP), kemudian dengan masalah kedisiplinan menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan dalam menjaga kualitas makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh BGN.
[pr**/heru]