FajarManado.News, Manado–Setelah 10 bulan 9 hari dikendalikan pelaksana tugas (Plt), akhirnya Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memiliki pejabat definitif pada Senin, 25 Mei 2026.
Kepastian ini seiring dengan pelantikan John Ismael Marentek, AP, MSi sebagai Kepala BKD Sulut oleh Gubernur Mayjen Purn TNI Yulius Selvanus di Wisma Negara Bumi Beringin, Kota Manado, siang tadi.
John Ismael Marentek sah memimpin BKD Sulut menggantikan Olivia Theodore, SH, MH sebagai Plt sejak dilantik 16 Juli 2025 lalu.
Olivia mengisi jabatan yang dipegang Dr Jemmy Stani Kumendong, MSi sejak 26 Juli 2023, yang saat bersamaan dipromosikan dan dilantik sebagai Kepala Inspektorat Provinsi Sulut.
Pelantikan John Marentek tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri seluruh pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, tim ahli gubernur serta jajaran ASN BKD Sulut.
John Marentek mengikuti prosesi pengambilan sumpah jabatan oleh Gubernur Yulius Selvanus didampingi rohaniawan Kristen Protestan.
Di penghujung pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, ia menyampaikan kalimat singkat. “Kiranya Tuhan menolong saya.”
John sendiri bukanlah aparatur sipil negara (ASN) baru di lingkungan Pemprov Sulut, termasuk di BKD Sulut.
Sebelum dimutasi menjadi Kepala Bidang Perindustrian pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulut pada awal Februari lalu, John memegang jabatan di bagian mutasi BKD Sulut.
Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa pengangkatan pejabat bukan semata keputusan pimpinan daerah, melainkan bagian dari kehendak Tuhan yang harus dijalankan dengan penuh amanah dan integritas.
“Hari ini yang masih berstatus pelaksana tugas segera menjadi definitif. Kita melantik Kepala BKD kita. Ini bukan karena gubernur, tapi karena Tuhan yang memilih,” ujar gubernur saat memberikan pengarahan.
Ia menekankan pentingnya profesionalisme dan semangat pengabdian bagi seluruh aparatur negara dengan menciptakan berbagai inovasi dan khusus di BKD melakulan pemetaan pegawai.
Rotasi dan pelantikan, menurut gubernur, merupakan hal yang wajar dalam birokrasi. Karena itu, pejabat yang belum mendapat kesempatan diminta tetap menerima dengan lapang dada.
“Hal biasa dalam pelantikan ada yang dilantik dan ada yang belum. Yang diganti harus legowo, jangan sakit hati,” imbuhnya.
Gubernur Yulius juga mengingatkan bahwa seluruh unsur aparatur, baik ASN, TNI maupun Polri di daerah ini, memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kita ini pegawai, tugas kita melayani rakyat. Harus seperti padi, semakin berisi semakin merunduk,” pesannya.
Dengan pelantikan ini, gubernur berharap BKD Provinsi Sulut dapat semakin optimal menjalankan tugas dan fungsinya dalam pengelolaan sumber daya aparatur serta mendukung tata kelola pemerintahan yang profesional dengan melayani.
[pr**/heru]