DPP APDESI

Senator Stefanus Liow Masuk Kampus Gelar Diskusi Kebangsaan, Begini Reaksi BEM Unima

Tondano, FajarManado.News —Senator Ir Stefanus BAN Liow, MAP (SBANL) kembali masuk kampus. Kali ini, Anggota DPD RI/MPR RI Dapil Sulawesi Utara ini menggelar Diskusi Kebangsaan di Universitas Negeri Manado (Unima) di Tondano.

Rangkaian kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut dibuka Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unima Dr. Lenny Leorina Evinita, MA,MBA dengan dihadiri ratusan di Aula Gedung Unima Training Center di Tondano pada awal pekan ini.

Senator Stefanus Liow menjelaskan berbagai tantangan kebangsaan di masa kini dan masa datang yang bisa saja mengancam keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Karena itulah, SBANL mengajak kalangan mahasiswa UNIMA untuk bersama jaga, pahami, hayati dan laksanakan dalam pranata kehidupan sehari-hari Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Reaksi BEM dan DPM Unima

Menanggapi inisiasi Senator Stefanus Liow kembali “masuk kampus” ini, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unima Gratio Rondonuwu bersama Wakil Presiden BEM Josua Korengkeng dan Ketua DPM Unima Fridolin Lalogiroth senada memberikan apresiasi.

Lebih dari itu, mereka berterima kasih kepada Senator SBANL yang datang kembali menyegarkan civitas akademika Unima seputar Empat Pilar Kebangsaan yang harus menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara di tanah air tercinta ini.

Apalagi, tak hanya memberikan sosialisasi, tapi SBANL memberikan ruang terbuka berdiskusi dengan BEM, baik universitas maupun fakultas.

Kegiatan yang berlangsung sekitar 3 jam, dari Pukul 14.00–17.00 Wita tersebut terpantau tersaji interaktif.

Dengan metoda dan bahasa yang sesuai dengan mahasiswa, Senator Stefa, yang mantan dosen ini, tampal tak canggung sama sekali.

Dengan gaya khasnya, sambil berjalan di depan peserta, ia langsung merespon dan berinteraktif dengan peserta.

Baik Senator SBANL maupun para intelektual muda itu, bahkan saling memberikan pandangan dan pendapat dengan contoh-contoh praktis dalam merefleksikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan berorganisasi kemahasiswaan.

[**heru]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *