Fajarmanado.com, Tondano–Tensi politik di Kabupaten Minahasa pasca pendaftaran dan jelang penetapan pasangan calon Pilkada 2024 kini mulai memanas.
Aksi saling menjagokan, bahkan menyerang pribadi calon tertentu mulai berselancar di dunia maya. Dikuatirkan akan mengarah pada black campaign atau kampanye hitam.
Menanggapi hal tersebut, Youla Lariwa Mantik, SH, MH (YLM) tak menampik kalau black campaign bakal dimainkan oknum-oknum pendukung dari pasangan calon tertentu dalam setiap perhelatan pesta demokrasi, termasuk Pilkada Minahasa 2024 ini.
“Itu biasa terjadi. Sebagai manusia biasa pasti tidak ada yang sempurna. Begitu juga saya pribadi,” komentar Youla, sapaan karib YLM kepada wartawan di Tondano, Rabu (11/09/2024).
YLM adalah salahsatu dari tiga bakal calon Bupati Minahasa 2025–2030.
Pada Pilkada Minahasa 2024 ini, YLM berpasangan dengan Denni Rudi Kalangi (DRK) diusung Partai Golkar, Demokrat, Perindo dan didukung 10 partai non seat (PNS).
“Saya dan Pak Denni sepakat untuk bersosialisasi dan berkampanye dengan riang gembira, menawarkan program sekaligus membantu masyarakat dengan dana pribadi,” ujar Youla, sapaan akrab YML.
Youla memaparkan bahwa dia tidak pernah menganggap bahwa rivalnya dalam Pilkada Minahasa 2024 adalah musuh.
“Mereka semua adalah teman saya. Baku tahu blanga masing-masing. Jadi, pasti tidak akan saling menjelekkan. Apalagi menjatuhkan,” tandas lawyer sekaligus pengusaha nasional ini.
Untuk itu, Youla berpesan agar tim relawan dan pendukung pasangan calon Minahasa Keter, YLM–DRK agar tidak melakukan black campaign, menyebar narasi-narasi menjelekkan, apalagi finah kepada kubu kandidat peserta Pilkada Minahasa lainnya.
“Berkampnyelah dengan santun. Sampaikan program-program dan komitmen saya dan Pak Denni kepada masyarakat,” tuturnya didampingi sejumlah pengurus Tim Relawan Minahasa Keter.
“Kalu ada jo yang menggoreng isu-isu negatif, dijogetin saja. Kita hadapi jo dengan riang gembira. Tuhan tau apa yang niat baik saya dan Pak Denni untuk masyarakat Minahasa,” sambung Youla.
Meski demikian, Wewene Keter itu mengisyaratkan bahwa serangan-serangan politik seyogianya punya batasan dan beretika.
Jangan masuk telalu jauh sampai menyerang pribadi-pribadi dari setiap calon.
“Kalau jelas-jelas sudah masuk kategori fitnah, itu soal lain. Harus dilawan. Ada saluran hukumnya,” tandas Youla yang juga menyatakan akan membela siapapun yang tidak bersalah.
[herly]