Amurang, Fajarmanado.com – Ini pekerjaan rumah (PR) yang dinilai berat bagi Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE dan Wakil Bupati Franky Donny Wongkar, SH. Pasalnya, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) kini masih mengoleksi sekira 20.880 rakyat miskin.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Minsel menyebutkan jumlah orang miskin di Minsel sampai akhir tahun 2015 tercatat sebanyak 20.880 jiwa. Angka ini, 9,85 atau 7,9 persen dari jumlah penduduk.
Masih sesuai data BPS, koleksi total orang miskin Minsel ini tercatat meningkat dibanding tahun sebelumnya, 20.070 jiwa dari jumlah penduduk 246.563 jiwa. Meski demikian, jika dilihat dari presentase tercatat menurun karena jumlah penduduk meningkat tajam.
‘’Dari survey BPS Minsel memang terjadi peningkatan orang miskin di Minsel. Bila dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Kasie Distribusi BPS Minsel, Refly Rende, SE, Senin (31/10).
Namun begitu, Rende tidak bisa mengungkapkan faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab peningkatan jumlah orang miskin di Minsel tersebut.
“Kami tidak memiliki informasi detail. Karena BPS Minsel hanya sebagai pengumpul data, sedangkan analisisnya ada di BPS Provinsi,’’ kilahnya.
Menurut Rende, dari perkiraan tersebut maka angka orang miskin di Minsel justru bakal bertamba bila tidak ada upaya signifikan menaikan pendapatan warga dengan pembenahan sektor ekonomi, seperti di bidang pertanian dan perkebunan sebab mayoritas warga Minsel bergantung hidupnya sebagai petani.
‘’Oleh sebab itu, inilah tantangan besar bagi Pemkab Minsel di dalamnya, bupati dan wakil bupati yang dipilih rakyat tanggal 9 Desember 2015 lalu,” katanya.
Meski demikian, tren negatif ini bukan hanya menjadi tanggung jawab bupati dan wakil bupati semata, tetapi juga 30 anggota DPRD Minsel hasil pilihan rakyat tahun 2014 lalu.
“Bagaimana melakukan pembenahan, sehingga ‘kue’ pembangunan benar-benar dapat dirasakan masyarakat Minsel,’’ jelasnya.
Rende mengatakan, dalam mengatasi permasalahan ini, baik eksekutif maupun legislatif harus menyertakan program-program yang menyentuh peningkatan pendapatan masyarakat..
Wakil Ketua DPRD Minsel Franky Jirro F Lelengboto, ST mengapresiasi data BPS tersebut. “Ini masukan yang harus kami cermati,” katanya.
Menurutnya, sebagai wakil rakyat dirinya terus berusaha mendukung program-program pro rakyat Pemkab Minsel selama ini.
“Bicara soal program prorakyat, tentunya tetap sejalan dengan jajaran pemkab Minsel. Sebab, sebagai mitra kerja dan pengawasan penuh, dipandang perlu ada singkronisasi program yang dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.
(andries)