Intimidasi ASN Tomohon Kian Masif, Miky Wenur Serukan Waspada dan Laporkan

Tomohon, Fajarmanado.com — Hari H Pemilu 2024 tinggal menghitung dengan jari. Pergerakan intimidasi terhadap para pegawai oleh “penguasa” Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut) dikabarkan kian masif.

Nada berbau ancaman kepada ASN, tenaga kontrak, perangkat Linmas dan kader, bahkan keluarga mereka untuk memilih caleg dan pasangan presiden-wakil presiden tertentu, yang diusung “partai penguasa” Kota Bunga ini, semakin ramai dilaporkan.

Ketua DPD II Partai Golkar Kota Tomohon, Ir Miky Junita Linda Wenur MAP (MJLW) tak menafikkan kabar tersebut.

Miky Wenur mengaku telah menyerukan kepada pengurus dan kader-kader Beringin maupun simpatisan untuk awas atau mewaspadai terus persoalan seperti ini.

“Gunakanlah mata dan telinga. Pakai handphone, foto dan rekam, kemudian laporkan kepada kami untuk dikaji dan diteruskan kepada Bawaslu. Kalau sudah ada unsur pidana seperti pengancaman, kita laporkan juga kepada polisi,” tandas Caleg Partai Golkar Nomor Urut 2 Dapil Minahasa Tomohon untuk DPRD Provinsi Sulut ini.

Mantan Ketua DPRD Kota Tomohon juga mengungkapkan bahwa telah meminta para pengurus, kader maupun masyarakat di Kota Tomohon agar mewaspadai hal-hal yang berindikasi pada persepakatan gelap yang dilakukan jelang Pileg dan Pilpres 14 Februari 2024.

‘’Jika menemukan hal-hal seperti ini, jangan takut untuk melapor. Itu adalah pemaksaan hak azasi dan menodai demokrasi di negara kita,’’ tegas Miky Wenur didampingi Sekretaris Stenly Lasut, Bendahara Gerard Jonas Lapian SE MAP, dan Sekretaris Fraksi Partai Golkar di DPRD Kota Tomohon Jimmy Wewengkang di sela-sela Konsolidasi Partai Golkar Tomohon, baru-baru ini.

“Memang sudah ada banyak laporan yang masuk, namun pada waktunya akan ditindaklanjuti karena ada yang dapat berpotensi hukum,” tambahnya.

Miky Wenur juga meminta kepada jajarannya untuk senantiasa mengedepankan kesantunan dan beretika dalam berpolitik, karena inilah yang diharapkan masyarakat Tomohon yang terbilang cerdas dan tangguh,  seiring pembentukan daerah otonom baru (DOB) kota relegius dan pendidikan ink.

Ketua Komisi III DPRD Kota Tomohon ini menambahkan, masyarakat Kota Tomohon telah terbukti dan teruji memiliki kecerdasan dan ketangguhan dalam menentukan pilihannya. Termasuk, pada Pemilu tanggal 14 Februari 2024 nanti.

“Kita harus optimis akan meraih target 10 kursi untuk DPRD Kota Tomohon dan meraih 70 persen suara untuk Capres-Cawapres Prabowo-Gibran di Kota Tomohon ini,” imbuhnya.

SOal sinyalemen adanya intimidasi dan pengarahan dengan nada ancaman oleh para oknum pejabat pada suatu pertemuan dengan ASN, tenaga kontrak, perangkat, linmas, kader yang dibungkus acara sosialisasi pelaksanakaan program pemerintah tersebut, juga sempat terpantau media.

Dalam pertemuan tersebut, bukan sesialisiasi program, melainkan intimidasi untuk memilih calon anggota legilatif dari partai tertentu.

“Kami dipanggil dan diberi pengarahan disertai nada-nada ancaman untuk dimutasi, dipecat jika tidak mengikuti kemauan mereka,” demikian ASN, tenaga kontrak, perangkat linmas, senada.

[**/heru]