MANADO – Perjuangan Komisi 2 Deprov Sulut agar harga cengkih naik buahkan hasil. Proteksi masuknya import cengkih dari negara lain, mendapat respon dari Kementerian Perdagangan demi kesejahteraan petani cengkih.
Rocky Wowor Cs dari Komisi II DPRD Sulut memperjuangkan harga cengkih, mendapat sambutan hangat para petani cengkih.
Harga cengkih terus anjlok hingga Rp80 ribu per kilogram, dirasakan tidak adil para petani. Harga sepadan yang diharapkan dikisaran Rp 100 ribu hingga Rp 110 ribu perkilogram.
“Harga begitu sepadan, apalagi biaya pemeliharaan hingga panen setiap tahun cukup tinggi,” ujar Mathias Sumare, petani cengkih asal Talaud.
Senada Jimmy Oktavianus, petani cengkih dari Sangihe mengatakan, turunnya harga cengkih hingga angka Rp 80 ribu per kilogram itu pukulan telak bagi petani seperti dirinya.
“Paling kurang harusnya Rp 100 ribu per kilogram, apalgi kami dari kepulauan biaya tinggi mendatangkan cengkih ke Manado. Pemerintah pusat harusnya jelih dan berpihak pada petani nasional, bukan malah mengimpor cengkih dari luar negeri,” ujar Mathias.
Pada dasarnya para petani salut perjuangan gigih Komisi II DPRD Sulut kepada pemerintah pusat. Hanya saja, hasil perjuangan disetujui atau tidak,- itulah inti masalahnya.
“Kami sangat salut perjuangan pak Rocky Wowor dan kawan-kawan, pada pokoknya tergantung political will dari pemerintah pusat mau menolak import sekaligus memproteksi harga cengkih atau tidak. Itu kan masalahnya!,” tandas Jefrrey Kembau, pemerhati pembangunan dan kebijakan pemerintah.
Sebelumnya Sekretaris Komisi 2 DPRD Sulut Rocky Wowor mengatakan, Kementerian Perdagangan telah merespon keluhan para petani cengkih.
Menurut dia, pemerintah dan DPRD terus berupaya harga cengkih kering tidak di bawah Rp 100 ribu per kilogram.
Apalagi ketergantungan pabrik rokok terhadap cengkih dominan sebagai bahan baku utama.
“Seharusnya pabrik rokok mengutamakan pembelian cengkih lokal, kemujdian diikuti kebijakan pemerintah menghentikan import cengkih dari negara lain yang meresahkan petani cengkih kita,” kata Wowor.(nit)