DPP APDESI

Basarnas Hentikan Pencarian Korban Hilang KM Funka Murni di Perairan Pulau Siko

Ternate, Fajarmanado.com — Tim Basarnas Ternate dikabarkan rmenghentikan pencarian terhadap Sonny Rembet (58 tahun), korban hilang tenggelamnya KM Funka Murni di perairan sisi timur Pulau Siko, Maluku Utara (Malut) pada Minggu, 23 Februari 2020, mulai Jumat (28/2/2020), hari ini.

“Sampai hari ini, Basarnas dan masyarakat pulau-pulau sekitar sini belum menemukan korban,” kata Faisal, Sekretaris Desa Siko, Kecamatan Kayoan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kepada Fajarmanado.com, Jumat (28/2/2020) sekitar pukul 19.12 WIT atau pukul 18.12 Wita.

Dihubungi melalui saluran telepon di kediamannya,  yang juga dijadikan Posko Penyelamatan Basarnas, Faisal menampik kabar yang kini beredar di kampung asal korban Sonny Rembet.

“Kabar dari mana itu. Tolong sampaikan kepada masyarakat di sana jangan percaya kabar yang tidak jelas asal sumbernya, kecuali dari Basarnas Ternate atau pemerintah kabupaten dan Kecamatan Kayoa atau dari pemerintah desa kami,” tandasnya.

Pencarian terhadap korban, lanjut dia, tidak hanya dilakukan tim Basarnas tetapi juga masyarakat Kecamatan Kayoa yang berada di pulau-pulau sekitar Pulau Siko.

“Selain melakukan penyelaman, masyarakat nelayan telah ikut terlibat mengamati wilayah sekitar masing-masing. Belum ada pemberitahuan resmi kalau korban sudah ditemukan,” paparnya.

Tim Basarnas pun yang empat hari melakukan penyelaman,  mulai di lokasi kejadian sampai diperluas kearah arus bergerak, tidak menemukan korban.

“Sesuai keterangan Pak Kepala Basarnas (Muhammad Arafah), tim Basarnas tidak menemukan bau, maaf bangkai di semua wilayah yang sudah disuri mereka, sehingga memutuskan menarik semua personil ke provinsi,” jelasnya.

Menurut Sekdes Faisal,  semua personil Basarnas telah ditarik kembali ke provinsi pada pukul 10.00 WIT atau 09.00 Wita, pagi tadi.

“Mereka sudah pulang semua jam 10 pagi tadi. Posko juga sudah tidak ada, baliho sudah dicabut. Hanya saja mereka meninggalkan satu kantong mayat,” ungkapnya.

Kantong mayat itu,  lanjut dia, sengaja ditinggalkan Basarnas agar ketika korban ditemukan sudah meninggal dapat digunakan untuk mengevakuasi korban.

Seperti diberitakan, KM Funka Murni tenggelam setelah membentuk rep,  kemudian bebatuan besar di sisi timur Pulau Siko pada hari Minggu dini pagi lalu.

Sembilan dari 10 penumpang selamat, satu hilang. Korban dikenal bernama Sonny Rembet,  domisili Desa Tompaso Utara,  Kecamatan Tompaso Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Penulis: Heru