Tomohon, Fajarmanado.com — Bentrok antarkelompok pemuda terjadi di Kelurahan Pangolombian, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Senin (20/5/2019) dini pagi.
Perkelahian yang mempelengkapi diri dengan senjata tajam jenis samurai itu, menyebabkan dua orang mandi darah, satu di antaranya kritis di rumah sakit.
Tim Khusus (Timsus) URC Totosik Polres Tomohon di bawah komando Bripka Yanny Watung, sontak bergerak cepat sesaat menerima laporan masyarakat.
Tim pun melakukan penyisiran dan mengamankan sembilan pemuda yang diduga kuat terlibat dalam aksi perkelahian massal tersebut.
Kapolres Tomohon AKBP Raswin B. Sirait SIK SH MSi melalui Kasat Reskrim AKP Ikhwan Syukri SH SIK membenarkan penangkapan terhadap sejumlah pemuda yang terlibat bentrok antarkelompok pemuda Timu dan Amian di Pangolombian sekitar pukul 02.00 Wita, dini pagi tadi.
“Kami akan terus melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap semua yang sudah berhasil kami tangkap untuk mencari informasi lebih lanjut,” kata Syukri.
Anggota kelompok pemuda Timu yang berhasil diamankan aparat, tercatat ada tiga orang. Mereka, adalah, JP alias Jovi (22 tahun) PN alias Petrik (19 tahun) NM alias Nasrani (20 tahun).
Sementara dari kelompok Amian yang diamankan sebanyak enam orang, masing-masing, RK alias Rival (21 tahun), AS alias Ayom (25 tahun), YS alias Yansen (18 tahun), TT alias Terry ( 20 tahun), FP alias Fransisko (21 tahun), dan YS alias Yohanes (16 tahun).
Sedangkan korban kritis diidentifikasi berinisial RL alias Renso (21 tahun)saat ini dirawat dirumah sakit dan korban yang terkena sabetan samurai adalah TW alias Tivan, berusia 22 tahun.
Namun demikian, sesuai kabar yang beredar di masyarakat, kemungkinan besar masih ada pemuda lainnya yang terlibat tapi belum berhasil diamankan.
“Jadi kami akan terus bergerak mencari akan keberadaan tersangka yang lain. Apabila masih ada yang terlibat dalam pengeroyokan itu, tentunya kami akan amankan dan tindak tegas,” tandas Syukri.
Penulis: Prokla Mambo