Manado, Fajarmanado.com – Sebagai wujud ungkapan syukur suka cita atas penyertaan Tuhan yang telah melewati tahun 2018 dan akan memasuki perjalanan di tahun 2019, Masyarakat Kampung Kakas-Kotambene bekerjasama dengan Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Manado, menggelar Pesta Rakyat Tradisional 2019.
“Kegiatan yang bertujuan untuk Menciptakan suatu kerukunan dan kekeluargaan dalam masyarakat, dan dalam upaya melestarikan budaya tradisional masyarakat Etnis Borgo serta warga sekitar
Kampung Kakas-Tokambene, didukung penuh oleh Bapak Walikota Manado G. S. Vicky Lumentut dan Wakil Walikota Mor Bastiaan,” ujar Ronald Markus, Ketua Panitia Pesta Rakyat Tradisional, kepada awak media, Selasa (29/1/2019).
Dilanjutkannya, kegiatan bertujuan yang untuk Mensukseskan program pemerintah untuk menjadikan Kota Manado dan Propinsi Sulawesi Utara sebagai daerah tujuan wisata dunia, akan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 2 Februari 2019, mulai pukul 14:00 Wita sampai selesai, bertempat di Kampung Kakas, tepatnya jln. Samratulangi 9 Kota Manado.
“Kegiatan Kunci Taoang (malam hari) akan banjir hadiah, sebab ada beberapa acara yang dilombakan dan memperebutkan hadiah puluhan juta rupiah, yakni; lomba Katrili, Waltz, Cha-cha, Jive, Scholtjes, Polka, dan Bugi-bugi. Kegiatan ini diawali dengan Figura yang akan mengunjungi rumah Camat, Lurah, Kepala Lingkungan, dan warga pada jam 2 siang,” jelas Marcus.
Menurutnya, Pesta Rakyat ini adalah warisan leluhur masyarakat Borgo yang sudah menjadi bagian dari budaya di Sulawesi Utara. Asal kata Borgo adalah “BURGERS” (baca Berhers) dalam basaha Belanda yang artinya warga bebas atau orang yang di bebaskan.
“Perayaan ini sudah dilaksanakan secara turun temurun selama ratusan tahun oleh warga Etnis Borgo dan juga oleh penduduk asli yang ada disekitar pemukiman Borgo. sambil bernyanyi dan diiringi oleh alat music tradisional etnis Borgo berupa Gitar, Jug, atau Ukulele, Tambor, Biola, serta alat music lainnya,” pungkas Marcus.
Penulis: Jones Mamitoho