DPP APDESI

Dondokambey Terpilih Jadi Ketua WKI Sinode GMIM

Dondokambey Terpilih Jadi Ketua WKI Sinode GMIM
Suasana pemilihan Kompelka WKI Sinode GMIM periode 2018-2022 di GMIM Maranatha Paslaten, Wilayah Tomohon Satu, Kota Tomohon, Sabtu (3/3/2018), siang tadi.

Tomohon, Fajarmanado.com – Pemilihan Komisi Pelayanan Kategorial (Kompelka) Wanita Kaum Ibu (WKI) diwarnai kejutan. Seperti halnya di Komisi Pria Kaum Bapa (PKB), hasil pemilihan pengurus WKI memunculkan nama politisi sebagai ketua.

Jika di Komisi PKB mengorbitkan nama Pnt Godbless Sofcar Vicky Lumentut SH MSi DEA (GSVL), yang adalah Wali Kota Manado dan Ketua DPD I Partai Demokrat Sulawesi Utara (Sulut), maka Komisi WKI menggunggulkan Pnt Adriana Dondokambey, yang adalah politisi PDI Perjuangan dan anggota DPRD Sulut ini.

Seperti diprediksi sebelumnya, pemilihan yang berlangsung di GMIM Maranatha Paslaten, Kota Tomohon, Sabtu (3/3/2018), siang tadi ini, berjalan cukup a lot karena bursa calon diramaikan oleh sederetan nama sudah dikenal kalangan WKI Sinode GMIM dan juga sebagai politisi.

Sebut saja, Ketua DPRD Kota Tomohon Pnt Ir Miki Junita L Wenur, Pnt Paula Runtuwene, Pnt Adriana Dondokambey, Pnt Netty Pantouw, Pnt Ir Corry Caroles, Pnt Inggrid Sondakh dan sejumlah nama lainnya.

Namun, hasil pemilihan yang dibuka Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw selaku Wakil Ketua Pemilihan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM 2018 ini, akhirnya 67 persen dari total 848 orang yang menggunakan hak pilih.

Raihan 566 suara membawa Adriana Dondokambey berhak menjadi Ketua WKI Sinode GMIM periode 2018-2022, sementara di peringkat ke dua perolehan suara ditempati Pnt Netty Pantouw dengan 153 suara dan Pnt Ir Miki Junita L Wenur  sebanyak 129 suara.

Sebelumnya, Panitia Lokal, Kompol Thonny Salawati melaporkan, total pemilih yang mendaftar sebanyak 938 perwakilan WKI  se-Sinode GMIM. Jumlah ini telah memenuhi syarat korum dari yang ditentukan panitia. “Jika semua utusan masuk. Jumlah pemilih WKI sebanyak 972 peserta,” paparnya.

Sementara itu, Wagub Kandouw mengatakan, pesta iman bagi WKI kali ini menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas ibu-ibu Tuhan dalam rangka mewujudkan warga Kristen yang taat, patut diteladani dan menjadi pembimbing sempurna bagi anak-anak.

“Bahkan, jika ada bisikan-bisikan kalau ajang ini sering dikaitkan dengan politik. Mari sama-sama kita sebagai orang percaya menolak hal tersebut,” ungkap Kandouw.

Kandouw berharap seluruh perwakilan yang hadir untuk bersama-sama menggumuli dan mendoakan agar siapapun yang terpilih nantinya dapat menjalankan pelayanan bagi sesama dengan hati tulus.

“Melayani bukan dilayani. Ingat, ibu-ibu yang juga mencalonkan diri sebagai Ketua khususnya, sebagian besar adalah abdi negara, mantan pejabat dan tokoh masyarakat. Jangan pemilihan ini dijadikan batu loncatan untuk pencapaian tujuan lainnya. Sangat disesalkan,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua BPMS Pdt Arthur Rumengan dalam khotbahnya berpesan kepada seluruh anggota WKI untuk terus bekerja dan semangat melayani sesama.

“Tanpa memandang perbedaan pendapat, apalagi calon yang diusung. Berperilaku dan bertindaklah sebagai seorang pelayan. Jangan hanya bertindak seperti pelayan saat bersama-sama dengan jemaat, tapi harus menjadi terang dan garam tiap saat dimanapun berada,” pesannya.

Sementara itu, mewakili Ketua Panitia Pnt Meita Walla dalam laporannya mengungkapkan pemilihan WKI kali ini menjadi pesta iman yang wajib dimenangkan oleh semua peserta.

“Mohon tuntunan Tuhan, libatkan roh Kudus. Yakini dan percaya siapapun yang terpilih nanti, dialah yang terbaik,” ujar isteri dari Hangky Ather Gerungan ini.

Editor : Herly Umbas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *