Wah…! Karyawan PDAM Minahasa Mengaku Belum Terima Gaji

Wah...! Karyawan PDAM Minahasa Mengaku Belum Terima Gaji
Kantor PDAM Minahasa yang berada di kompleks Stadion Maesa Tondano. Foto: Ist.
Tondano, Fajarmanado.com — Gara-gara suplai air terus ngadat, manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Minahasa tidak bisa optimal melakukan penagihan retribusi air bersih dari para pelanggan. Imbasnya, karyawan perusahaan’plat merah’ di daerah Toar Lumimuut ini tidak memperoleh hak mereka selang beberapa bulan terakhir.

Kabag Umum PDAM Minahasa Denny Tangkere tak menafikkan kenyataan ini. Bahkan, dirinya mengungkapkan bahwa keterlambatan pembayaran gaji karyawan sudah menjadi langganan PDAM Minahasa sejak beberapa tahun silam.

“Sebelum Pak Robby (maksudnya, Robby Dondokambey) memegang jabatan Direktur Utama, keterlambatan pembayaran gaji karyawan kami sudah mulai terjadi akibat banyak pelanggan yang tidak lagi membayar retribusi tepat waktu,” katanya kepada Fajarmanado.com di Tondano, Kamis (18/1/2018).

Tangkere mengatakan, devisit pemasukan semakin diperparah dengan kemarau panjang yang terjadi tahun 2015 lalu. Kekurangan debit air di sumber-sumber mataair PDAM mengakibatkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) tidak beroperasi maksimal sehingga berimbas pada sikap pelanggan yang tak mau membayar retribusi sesuai stan meter yang dicatat PDAM.

Sementara itu, para karyawan PDAM Minahasa, secara terpisah mengeluhkan keterlambatan penerimaan gaji mereka selama ini. Bahkan, dalam beberapa bulan terakhir mereka senada mengaku belum menerima gaji.

Untuk itu mereka menuntut supaya kiranya pimpinan PDAM bisa secepatnya menyelesaikan pembayaran gaji tersebut karena tuntutan kebutuhan keluarga tak pernah henti. Apalagi terkait kebutuhan sekolah dari anak-anak mereka.

“Tujuan kita bekerja adalah untuk mencari uang sebagai kebutuhan hidup untuk makan dan biaya sekolah anak-anak serta tuntutan-tuntutan hidup lainnya seperti ongkos kesehatan. Tapi sepertinya pimpinan di PDAM Minahasa tidak mengerti dengan hal itu. Buktinya gaji kami sebagai karyawan belum dibayar,” ujar salah satu karyawan.

Persoalan ini, menurut mereka, sudah berlangsung sejak dua tahun lebih terakhir. “Kami mohon dengan sangat agar keadaan kami diperhatikan. Mohon para wakil rakyat di DPRD Minahasa supaya memperhatikan nasib kami kami,” harapnya.

“Pimpinan kami telah berulang-ulang mengumbar janji kalau gaji kami yang menuggak akan segera dibayar. Tapi sampai sekarang tak juga ada realisasinya,” sambungnya.

Menghadapi persoalan ini, di antara karyawan mengaku nekad tidak menyetor uang hasil tagihan yang dilakukan secara door to door. “Ya, karena didesak kebutuhan keluarga, terpaksa kami memakai uang tagihan, tapi tetap dilaporkan kepada kepala unit,” ujar sumber karyawan di wilayah Minahasa Tengah ini.

Tangkere juga tak membantah kabar ini. “Kami memang sudah mendapati ada karyawan yang  mengambil gaji sendiri dari uang pembayaran pelanggan. Kami juga kantongi bukti karyawan pakai uang tagihan dari pelanggan, bahkan ada sudah melebihi gaji seharusnya,” ujar Tangkere.

Karena itu Tangkere menegaskan jika pihaknya tak segan memberikan sanksi kepada para karyawan yang sudah memakai uang daerah. “Ada juga yang sudah diberikan teguran karena melakukan hal itu,” ungkap Tangkere.

Penulis: Fiser Wakulu

Editor   : Herly Umbas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *