Airmadidi, Fajarmanado.com – Memperingati hari anti Korupsi sedunia, puluhan massa dari LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) distrik Minahasa Utara (Minut) menggelar aksi unjuk rasa di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Airmadidi, Jumat (15/12/2017). Dalam aksi unjuk rasa kali ini, GMBI mendesak agar Kejari serius dan tanpa pandang bulu dalam memberantas korupsi di Minut.
Ketua LSM GMBI Distrik Minut, Howard Marius dalam orasinya mengatakan, praktek korupsi merupakan musuh besar yang harus diperangi bersama-sama. Untuk itu LSM GMBI siap mengawal Kejari dalam mengusut dan mengungkap segala bentuk kasus korupsi di Minahasa Utara. Bahkan pihaknya bersama seluruh angggota GMBI siap menjadi agen informasi bagi Kejari dalam memberikan informasi terkait bentuk dan praktek dugaan korupsi.
“Kami minta Kejari Airmadidi terus fokus dalam menuntaskan kasus korupsi yang ada. koruptor harus di basmi tuntas jangan sampai ada yang tersisa. Koruptor harus menjadi musuh bersama.” tegasnya.
Howard mengatakan, penegakan hukum terhadap pelaku korupsi harus benar-benar ditegakan agar para pelaku yang mengrogoti uang rakyat bisa mendapatkan hukuman sesuai dengan perbuatannya. Jangan lagi ada kongkalingkong antara aparat hukum dengan koruptor, cukuplah beberapa kasus tangkap tangan yang terjadi belum lama ini antara penegak hukum dan koruptor jadi pelajaran untuk tidak terulang kemballi.
“Siapaun yang terlibat atau berkonspirasi dengan koruptor akan kita lawan. Untuk itu kami meminta agar aparat hukum jangan main-main dengan pelaku tindak pidana korupsi. Para pelaku tindak pidana korupsi harus dihukum seberat-beratnya.”tegasnya.
Usai melakukan orasi, Ketua LSM GMBI memberikan surat dukungan pemberantasan korupsi kepada Kejari yang diterima oleh Kasie Intel Kejari Airmadidi. Setelah penyerahan surat tersebut, peserta demo langsung membubarkan diri dengan tertib.
Penulis : Joel Polutu