DPP APDESI

Bendera KNPI Tomohon Berkibar di Puncak Tertinggi Indonesia

Bendera KNPI Tomohon Berkibar di Puncak Tertinggi Indonesia
Raymond Rengkung membentangkan bendera KNPI Kota Tomohon di atas puncak Gunung Jayawijaya (4.884 MDPL) pada 11 Oktober 2017. Foto: Ist.
Tomohon, Fajarmanado.com – Diam-diam Bendera Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tomohon ternyata berhasil dikibarkan di Gunung Puncak Jaya, di Kabupaten Jayawijaya, Papua pada 11 Oktober 2017 lalu.

Memiliki ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut (MDPL), menempatkan gunung yang memiliki padang salju (gletser) dengan medan yang sulit, membuat gunung tertinggi di Indonesia ini jarang berhasil didaki.

Berkat kegigihannya, Raymond Rengkung, salahsatu pengurus KNPI Kota Tomohon mampu menaklukkan medan yang sulit dan mengibarkan bendera KNPI di atas salahsatu dari tujuh puncak gunung tertinggi di dunia atau seven summit ini.

“Ini patut disyukuri pemuda Indonesia, sekaligus sebagai kado Hari Sumpah Pemuda tahun 2017 ini,” kata Ketua DPD KNPI Kota Tomohon Arter Wuwung kepada Fajarmanado.com di Tomohon, Sabtu (28/10/2017).

Keberhasilan Raymond Rengkung ini, lanjut dia, juga semakin membuktikan bahwa pemuda Kota Tomohon adalah generasi muda yang tangguh.

“Hal ini juga membuktikan para pemuda Kota Tomohon adalah pemuda-pemuda yang tangguh karena mampu melakukan hal yang butuh perjuangan dan semangat yang tinggi, apalagi moment di Sumpah Pemuda 28 Oktober ini merupakan ajang kebangkitan dan pemersatu pemuda, sehingga akan sinkron dengan tema Hari Sumpah Pemuda ke-89 yaitu “Berani Bersatu,” ujar Wuwung.

Ia pun berharap agar keberhasilan ini dapat pula memotivasi pemuda Kota Tomohon agar berani melakukan ha-hal yang positif dan tetap bersatu mewujudkan cita-cita para pejuang dan pendiri bangsa.

Menurut sebuah artikel di salah satu situs, biaya pendakian menuju puncak tertinggi di Indonesia tersebut cukup besar. Tak heran, Puncak Jaya yang dikenal dengan sebutan Cartensz Pyramid menjadi salah satu gunung termahal di dunia.

Penulis : Prokla Mambo

Editor    : Herly Umbas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *