Tondano, Fajarmanado.com – Bursa calon Pilkada 2018 Kabupaten Minahasa semakin ramai. Satu persatu bakal calon (Balon) yang berambisi menjadi Bupati dan Wakil Bupati periode 2018-2023 terus bermunculan, dibuktikan dengan langkah mendaftarkan diri melalui partai politik. Jumat, (22/09/2017), hari ini, muncul nama Meky Mathen Onibala (M20) dan Gerrald Mentang (GM).
Keseriusan M2O, mantan penjabat Bupati Minahasa Selatan (Minsel), yang dikenal sebagai salahsatu birokrat handal yang berkiprah di daerah Nyiur Melambai ini mendaftar bersama GM di di Partai Demokrat dan Partai Nasdem.
M2O-GM melakukan pendaftaran di Sekretariat DPD I Partai Demokrat Sulawesi Utara (Sulut), kompleks Pasar Segar, Paal Dua Manado dan di markas Nasdem Minahasa, Kelurahan Koya, Kecamatan Tondano, siang dan sore tadi.
Dikawal puluhan pendukung dan simpatisan, M2O-GM disambut Sekretaris Tim Tujuh Partai Demokrat Sulut James Sumendap SH MH dan Ketua Bappilu DPW Nasdem Sulut Edwin Assa dan Ketua DPD Nasdem Minahasa, Johan Watung, bersama panitia penerimaan calon dan pengurus partai masing-masing.
“Tadi saya dari Jakarta, sampai disini langsung singgah mendaftar ke Demokrat dan kemudian lanjut daftar ke Nasdem di sini,” ujar M2O, pejabat eselon II Pemprov Sulut, yang kini Staf Khusus Gubernur Olly Dondokambey SE ini.
M2O mengatakan, tekadnya untuk mencalonkan diri di Pilkada Minahasa merupakan bagian dari komitmen dirinya dan GM untuk memberikan kemajuan bagi daerah leluhurnya. Ia pun mengungkapkan, masa 34 tahun mengabdi di dunia birokrat Sulut, yang dimulai dari bawah merupakan modal utama untuk menata birokrasi dan pembangunan yang lebih baik.
“Saya sudah pernah dipercayakan sebagai pejabat bupati di Minsel, Sekda di Mitra, bahkan memegang sejumlah jabatan strategis lainnya. Jadi sekarang saya terpanggil untuk memberi diri membangun Minahasa sebagai calon bupati,” jelasnya.
“Visi saya yaitu berupaya membawa Minahasa yang cerdas melalui gerakan perubahan yang berbudaya dan membuat masyarakat sejahtera,” tambah pejabat senior Pemprov Sulut itu.
Ia pun mengungkapkan keyakinannya menang dalam pertarungan Pilkada Minahasaq 2018. Atas desakan masyarakat yang begitu besar, mendorongnya sehingga berani maju di Pilkada Minahasa demi mengejar ketertinggalan kabupaten tetua di Sulut ini dari daerah lain.
“Saya sudah berhitung menggunakan analisa SWOT, jika maju bertarung melalui partai Demokrat dan Nasdem saya yakin bisa menang,” tegasnya pria yang juga Sekretaris Umum Panitia Pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Minahasa Tengah (Minteng) ini.
M2O bahkan mengaku sudah sangat siap dengan segala konsekuensi yang akan diterimanya sebagai seorang aparatur sipil negara (ASN) saat mendaftar sebagai bakal calon bupati. “Saya sudah pertimbangkan keputusan untuk maju, walaupun konsekuensinya kepegawaian saya yang harus dikorbankan,” ujar mantan Kepala Kantor Inspektorat Sulut ini.
M2O juga mengungkapkan dirinya tidak meminta izin dari pemerintah provinsi ikhwal pendaftaran dirinya sebagai bakal calon bupati Minahasa, karena merupakan bagian dari hak politiknya sebagai warga negara. “Saya hanya minta izin dari keluarga. Tapi tentu sebagai pegawai, saya tetap loyal kepada pemerintah provinsi,” tuturnya.
Bicara soal kesiapan untuk maju sebagai calon bupati, M2) menyatakan sudah sangat siap dan telah mendapat dukungan dari komponen tertentu serta elemen masyarakat.
“Kalau maju tentu semua siap, tidak ada yang tidak siap. Apa artinya saya maju kalau hanya untuk kalah dan berhenti sebagai pegawai. Saya punya keyakinan menang dan feeling politik dan birokrat saya juga mengatakan saya pasti menang,” ujarnya yakin.
Senada diungkap GM. Salah satu putra terbaik Tombariri yang juga malang melintang di dunia birokrat ini mengaku maju mencalonkan diri bersama M2O karena mereka sudah berteman baik sejak dulu.
“Kita punya visi dan misi yang sama dan tentunya ke depan kita harus kompak. Karena memang kami bertekad untuk menjalin kebersamaan demi membawa Kabupaten Minahasa semakin maju dan sukses,” ujar GM.
Seperti diketahui, sebelumnya ada empat politikus yang mendaftarkan pada Partai Demokrat maupun Partai Nasdem untuk Pilkada Minahasa 2018. Mereka adalah James Arthur Kojongian (JAK), Denny Tombeng dan pasangan calon Bupati-Wakil Bupati yang sudah mendapatkan SK Pencalonan DPP Golkar, yakni Ivan Sarundajang SE dan Careig Nachel Runtu SIP (Ivansa-CNR). Hasilnya, tergantung hasil akhir dari mekanisme partai, yang dijadwalkan diumumkan November 2017 mendatang.
Penulis :Fiser Wakulu