Astaga..! Tes Jimat, Mahasiswa Asal Kawangkoan Ditangkap

Percaya Jimat Miliknya Kebal Senjata, Tangan Lelaki Ini Bersimbah Darah Diparang
DITANGKAP : Tersangka saat diamankan di Mapolres Minahasa.
Tondano, Fajarmanado.com – Kejadian ini tak pantas ditiru. Hanya gara-gara jimat, RA alias Rio, mahasiswa asal Kawangkoan, Minahasa ini akhirnya ditangkap polisi karena diduga melakukan penganiayaan dengan senjata tajam, Rabu (06/09/2017), dini pagi tadi.

Mahasiswa berusia 20 tahun salahsatu universitas ini, dinilai menganiaya rekan sesama mahasiswanya di kompleks Perumahan Unima, Kelurahan Maesa, Kecamatan Tondano Selatan pada sekitar pukul 23.00 Wita, Selasa (05/09/2017).

Pasalnya, akibat saling adu jago ilmu hitam, Febri Timpua, mahasiswa asal Kelurahan Pateten Kecamatan Maesa, Kota Bitung bersimbah darah akibat disayat dengan senjata tajam jenis parang oleh Rio.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan mengisahkan, peristiwa berdarah tersebut akibat tersangka dan korban saling mempertontonkan jimat masing-masing setelah adu mulut ketika perta minuman keras (Miras) bersama.

Malam itu, Rio dan Febri bersama beberapa teman mereka menegak Miras jenis Cap Tikus. Ketika telah terpengaruhi Miras, pelaku dan korban berdebat. Di tengah perdepatan mereka, tersangka menunjukkan kepada korban bahwa dia mempunyai jimat-jimat. Korban pun tak kalah dan mengatakan jika dia juga memiliki jimat.

Tak sampai di situ, korban Febri pun menantang tersangka Rio untuk saling tes kekuatan gaib dari jimat masing-masing. Bahkan, korban menantang tersangka untuk membuktikan sendiri  bahwa jimatnya kebal dengan serangan senjata tajam.

Mendengar tantangan ini, tersangka Rio pun beranjak dan mengambil parang yang diselipkan di belakang lemari tempat kosnya. Melihat parang yang berkilau di gegaman tersangka, korban justru menyodorkan tangannya. Namun, ketika tersangka mengiris dengan parang, tangan korban langsung terbelah dan mengeluarkan darah.

Tersangka dan rekan-rekan Mirasnya pun, kaget melihat darah segar yang mengucur dari tangan korban. Rio kemudian langsung mengikat tangan korban untuk menghentikan pendarahan dan mengantar korban ke rumah sakit dengan menggunakan sepeda motor.

Kapolres Minahasa AKPB Syamsubair SIK MH melalui Kasubag Humas, AKP Hilman Rohendi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Saat ini pelaku sudah diamankan bersama dengan barang bukti untuk proses penyidikan,” singkat Rohendi.

Penulis : Fiser Wakulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *